Dukung Industri Kreatif, Perpusnas Jadi Lokasi Jakarta Youth Film Festival

Gallery image

Dukung Industri Kreatif, Perpusnas Jadi Lokasi Jakarta Youth Film Festival

Jakarta - Humas Perpusnas, Industri film memiliki efek berganda yang luas karena mampu menggerakkan industri kreatif di berbagai sektor pendukung seperti pariwisata, kuliner, transportasi, hingga fesyen. Road to Jakarta Youth (J-Youth) Film Festival 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat ekosistem industri kreatif perfilman, khususnya melalui peran generasi muda. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendukungnya dengan menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.  

Pada kesempatan itu, Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz menerima delapan buku dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Buku diserahkan oleh Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta Rano Karno dalam kegiatan Road to Jakarta Youth (J-Youth) Film Festival 2026 di Auditorium Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Kamis (2/4/2026).

Penyerahan ini menjadi bagian dari upaya memperkaya koleksi Perpusnas, khususnya terkait pembangunan kota, ekonomi kreatif, dan visi Jakarta sebagai kota global. Kedelapan buku tersebut merupakan seri “Jakarta Rise #20: Langkah Menuju 20 Kota Global Teratas”. Isi buku mencakup tema strategis, antara lain visi dan misi, bisnis dan ekonomi. Buku tersebut juga membahas masyarakat dan tenaga kerja, pariwisata dan penjenamaan kota, lingkungan dan keberlanjutan, infrastruktur dan mobilitas, litbang dan inovasi, serta tata kelola kelembagaan dan pembiayaan.

J-Youth Film Fest 2026 yang mengusung tema “Jakarta Kota Kita” merupakan kolaborasi Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Festival digelar dalam rangka peringatan Hari Film Nasional.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang melibatkan Perpusnas sebagai lokasi acara. Menurutnya, hal ini menunjukkan pentingnya peran perpustakaan dalam mendukung pengembangan ekosistem industri kreatif, termasuk perfilman.

“Saya bangga dan bahagia hari ini BI memilih Perpusnas sebagai lokasi kegiatan. Artinya, perpustakaan memiliki peran penting sebagai ruang kolaborasi dan pengembangan kreativitas,” ungkapnya.

Rano Karno, yang dikenal luas sebagai pemeran “Doel” dalam sinetron legendaris Si Doel Anak Sekolahan (1970-an), juga menekankan bahwa industri film Indonesia memiliki potensi besar. Menurutnya, jumlah penonton yang terus meningkat dan didominasi oleh karya film nasional. Oleh karena itu, sambungnya, dukungan lintas sektor, termasuk dari lembaga keuangan dan institusi publik, menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan industri kreatif.

Lebih lanjut, ia mendorong pemanfaatan ruang perpustakaan sebagai sarana literasi audiovisual, termasuk kemungkinan pengembangan ruang pemutaran film atau mini bioskop di lingkungan perpustakaan. “Perpustakaan bisa menjadi ruang aktivitas kreatif. Dengan adanya kegiatan seperti pemutaran film, masyarakat, khususnya generasi muda, akan datang ke perpustakaan, tidak hanya menonton tetapi juga membaca dan memperkaya referensi,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa dari kegiatan ini diharapkan lahir karya-karya kreatif yang berdaya saing sekaligus memperkuat identitas Jakarta sebagai kota global yang kreatif.

Selain penyerahan buku, acara juga menghadirkan dialog interaktif bersama sineas nasional Riri Riza dan aktris Prilly Latuconsina, serta diikuti oleh pelajar dan mahasiswa. *** (AKN/Ed:DRS/Dok:ATK)

Galeri