Forum Koordinasi Pemberdayaan Perpustakaan Digelar di Tasikmalaya, Dorong Literasi Desa

Gallery image

Forum Koordinasi Pemberdayaan Perpustakaan Digelar di Tasikmalaya, Dorong Literasi Desa

Tasikmalaya, Jawa Barat— Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, menekankan pentingnya koordinasi, kerja sama dan sinergitas seluruh pihak dalam menjalankan program-program penguatan literasi di masyarakat. 

 

Hal tersebut disampaikannya pada saat membuka Forum Koordinasi Pemberdayaan Perpustakaan Sekolah / Madrasah dan Perguruan Tinggi sekaligus penyerahan secara simbolis Bantuan Buku Bermutu di kota Tasikmalaya.

 

“Mari kita gerakkan hati untuk menghilangkan sifat individualistik kita supaya kita benar-benar dapat mengerjakan pekerjaan ini bersama-sama. Setelah kegiatan hari ini, misalnya, Bapak Ibu dapat bersepakat untuk membuat forum komunitas perpustakaan. Forum ini dapat menjadi wadah untuk saling belajar,  bertanya, berbagi pengalaman dan pada saatnya juga berbagi sumber daya,” jelasnya Kamis, (11/9/2025).

 

Kepala Perpusnas juga memaparkan data bahwa rata-rata masyarakat Indonesia hanya meluangkan waktu sekitar 129 jam per tahun atau setara lima setengah hari dalam 365 hari dan jumlah buku yang dibaca per tahun rata-rata hanya 5,91 buku, atau sekitar setengah buku per bulan.

 

“Oleh karena itu, penguatan perpustakaan-perpustakaan yang ada di desa baik itu bentuknya adalah Taman Baca Masyarakat (TBM), perpustakaan desa, perpustakaan sekolah yang ada di desa itu menjadi sebuah keniscayaan apalagi sebagian besar masyarakat Indonesia masih tinggal di wilayah pedesaan,” urainya.

 

Keterbukaan akses buku, lanjutnya, diharapkan mampu memberikan peluang kepada semua orang terutama anak-anak untuk membaca buku, berkegiatan serta berpartisipasi dalam aktivitas yang memberdayakan masyarakat setempat.

 

“Saya berharap, kegiatan ini adalah cara kita melakukan sinergi yang diwujudkan melalui forum koordinasi ini,” tuturnya.

 

Lebih lanjut, Kepala Perpusnas menjelaskan bahwa sistem akreditasi perpustakaan akan berubah kedepannya. Jika sebelumnya 70 persen bobot penilaian ada pada compliance (kepatuhan terhadap sarana prasarana) dan 30 persen pada kinerja maka kini dibalik yaitu 70 persen untuk aktivitas, 30 persen untuk compliance.

 

“Walaupun gedung perpustakaannya tidak terlalu besar tetapi penuh penuh aktivitas, inisiatif, dan kreativitas menggerakan masyarakat bagi kami itu jauh lebih baik,” ungkapnya. 

 

Sementara itu, Walikota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan, menyampaikan bahwa penerima bantuan buku bermutu, Kampung Literasi dan Sadar Tertib Arsip (KALISTA) yang berlokasi di Balai Karya RW 12, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Cibeureum, Tasikmalaya akan terus dijadikan sebagai model pengembangan literasi.

 

“Kedepannya, Insya Allah, KALISTA akan menjadi model TPBIS yang akan terus kita gerakkan bersama. Selain itu, kami ucapkan terima kasih kepada narasumber dan semua yang telah hadir dalam kegiatan ini. Kegiatan ini menjadi salah satu ikhtiar dalam memberdayakan sumber daya manusia unggul terutama di kota Tasikmalaya,” tuturnya.

 

Dalam kesempatan ini, Akademisi, Dosen Universitas Padjadjaran, Nurmaya Prahatmaja, memaparkan tujuan pemberdayaan perpustakaan.

 

“Tujuannya adalah untuk yaitu meningkatkan minat baca dan literasi, menjadi pusat kegiatan pembelajaran, mengembangkan potensi masyarakat, meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan menjadi pusat kegiatan inklusi sosial,” jelasnya.

 

Reporter: Anastasia Lily & Tim P3SMPT

 

Dokumentasi:  Tim P3SMPT

 

 

Galeri