Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Perpusnas Semakin Perkuat Literasi Desa

Gallery image

Gandeng 23 Perguruan Tinggi, Perpusnas Semakin Perkuat Literasi Desa

Jakarta–Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) kembali menggandeng perguruan tinggi dalam upaya memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Literasi 2026. Program yang melibatkan 23 perguruan tinggi negeri dan swasta tersebut akan dilaksanakan di 1.000 desa yang tersebar di 66 kabupaten/kota di Indonesia. 

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menegaskan bahwa keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam program KKN Tematik Literasi merupakan bagian dari gerakan kolektif untuk meningkatkan budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat yang masih perlu diperkuat.

"KKN Tematik Literasi ini kita konstruksikan agar sivitas akademika perguruan tinggi hadir di tengah masyarakat melalui mahasiswa. Dengan demikian, aktivitas literasi dan layanan perpustakaan sebagai fondasi pembangunan kegemaran membaca dapat berjalan lebih optimal," ungkapnya.

Menurut Adin, pembangunan literasi telah menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 dan Asta Cita Presiden, khususnya dalam penguatan sumber daya manusia serta pemajuan kebudayaan dan karakter bangsa. 

Dalam upaya mendukung penguatan literasi masyarakat desa, Perpusnas terus menjalankan berbagai program strategis. Hingga tahun 2026, Perpusnas telah mengembangkan sekitar 20 ribu ruang baca di desa yang didukung 20 juta bahan bacaan bermutu. Selain itu, melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), Perpusnas telah mengembangkan 3.666 titik layanan yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar dan pemberdayaan masyarakat.

Sementara itu, Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Beny Bandanadjaja menilai KKN sendiri merupakan wahana pembelajaran yang strategis karena mempertemukan mahasiswa secara langsung dengan realitas kehidupan masyarakat. KKN Tematik Literasi menjadi bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam memperkuat budaya literasi di tengah masyarakat. 

"Program ini sekaligus menjadi implementasi semangat kampus berdampak, yaitu memastikan bahwa proses pembelajaran di perguruan tinggi tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga menghasilkan dampak nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat," ujarnya.

Beny menegaskan bahwa literasi tidak lagi dimaknai sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga telah berkembang menjadi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, memanfaatkan teknologi secara bijaksana, serta mengolah pengetahuan menjadi solusi bagi kehidupan.

Kegiatan pembekalan yang dilaksanakan secara daring, Kamis (18/6/2026) ini diikuti oleh mahasiswa peserta KKN, dosen pembimbing lapangan, serta mitra dari berbagai perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Selama 30 hari ke depan, mahasiswa akan menjalankan kegiatan literasi di desa, mulai dari pengelolaan perpustakaan, membaca nyaring, cerdas mengulas buku, proyek berbasis buku bacaan, menulis cerita, hingga berbagai kegiatan apresiasi literasi di tingkat desa.

Melalui program KKN Tematik Literasi 2026, Perpusnas berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, komunitas literasi, dan masyarakat dapat semakin memperkuat budaya baca serta meningkatkan kecakapan literasi masyarakat. Dengan keterlibatan mahasiswa sebagai agen perubahan di desa, program ini diharapkan mampu menciptakan dampak yang berkelanjutan bagi pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. *** (FM/Ed: BS/Dok: KN)

Galeri