Indonesian Corner Akan Hadir di Sejumlah Universitas Uzbekistan

Gallery image

Indonesian Corner Akan Hadir di Sejumlah Universitas Uzbekistan

Jakarta – Humas Perpusnas.  Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerima audiensi dari Duta Besar Republik Indonesia untuk Uzbekistan dan Kirgistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin. Kedatangannya didampingi Kepala Kanselerai KBRI Tashkent, Bharata. Pertemuan berlangsung di Gedung Layanan Perpusnas Merdeka Selatan, pada Jumat (28/8/2026). Kedua pihak membahas pengadaan Indonesian Corner di beberapa universitas di Uzbekistan.

Duta Besar Siti Ruhaini menyampaikan adanya peningkatan permintaan Indonesian Corner di beberapa universitas di Uzbekistan. “Peningkatan Indonesian Cultural Center atau Indonesian Corner ini disebabkan oleh meningkatnya juga animo masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke Uzbekistan,” ungkap Duta Besar Siti Ruhaini dalam audiensi nya.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat Uzbekistan memiliki ketertarikan yang besar terhadap Indonesia, terlihat dari meningkatnya kunjungan masyarakat Uzbekistan ke Indonesia maupun sebaliknya. Selain itu, empat universitas di Uzbekistan yang telah memiliki program Bahasa Indonesia.

Ia juga menilai, penguatan hubungan pendidikan dan kebudayaan merupakan salah satu bagian penting dari diplomasi Indonesia dan Uzbekistan. Hubungan kedua negara tidak hanya dibangun melalui kerja sama antarpemerintah, tetapi juga melalui kedekatan sosial dan budaya masyarakat.

“Kami berpandangan bahwa salah satu upaya diplomasi Indonesia di Uzbekistan saat ini adalah menjaga kedekatan hubungan sosial budaya kedua negara, khususnya sektor pendidikan dan kebudayaan,” katanya.

Ia berharap Indonesian Corner nantinya tidak hanya mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia, tetapi juga menyediakan literatur tentang Indonesia, mulai dari politik, ekonomi, sejarah, hingga kebudayaan.

“Walaupun sekarang banyak literatur yang tersedia secara digital, kami berharap tetap ada buku-buku Indonesia di Indonesian Corner,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut turut dibahas hubungan sejarah Indonesia dan Uzbekistan, khususnya mengenai kunjungan Presiden Soekarno ke makam Muhammad al-Bukhari, seorang ahli hadits terkemuka dan penulis kitab Shahih Al-Bukhari. Dalam pembahasan tersebut, turut disampaikan peran Presiden Soekarno dalam menemukan dan merekonstruksi makam Imam Bukhari. Soekarno juga tercatat pernah mengunjungi Uzbekistan pada 1956 dan 1961.

Siti berharap dapat menemukan bukti-bukti sejarah, baik berupa foto maupun pemberitaan di koran-koran lama, mengenai kunjungan tersebut untuk memvalidasi informasi sejarah yang berkembang. Untuk itu, ia memohon bantuan Perpusnas dalam penelusuran dokumentasi terkait kunjungan Presiden Soekarno ke makam Imam Bukhari.

“Kami ingin, dari Perpusnas, jika ada, liputan dari wartawan kita yang lebih detail bagaimana presiden mengunjungi makam, karena Bung Karno berjanji akan datang lagi untuk menyaksikan makam itu telah direnovasi,” ungkapnya lagi. ”Itu penting bagi kami. Tidak menjadi peziarah yang pasif, tapi kita adalah pelaku sejarah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyambut baik rencana tersebut. Ia mempertanyakan lokasi dan jumlah Indonesian Corner yang akan dibangun untuk mengetahui karakteristik pemustaka yang menjadi sasaran, jenis koleksi yang dibutuhkan, serta ragam buku yang perlu dipersiapkan.

Untuk penelusuran dokumen koran dan foto lama, Aminudin segera mendelegasikan kepada divisi terkait untuk membantu mencari bukti yang dibutuhkan.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, mengatakan bahwa selain dari koran langka, Ia juga akan mencari dari koleksi foto-foto bersejarah dan kliping yang memang menjadi koleksi langka Perpusnas. “Nah, dari tiga sumber tersebut, nanti yang akan kami telusur terkait dengan kunjungan Presiden Soekarno ke Uni Soviet,” jelasnya.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpusnas, Adin Bondar, menambahkan bahwa Perpusnas juga memiliki UPT Bung Karno yang menyimpan lebih banyak dokumen mengenai Presiden Soekarno, baik koleksi umum maupun koleksi langka. “Tentu kami akan melakukan penelusuran lebih dalam sehingga penelusuran sejarah ini semakin kuat dalam literatur,” tambahnya.

Melalui pertemuan ini, Perpusnas dan KBRI Tashkent selanjutnya akan menjajaki kebutuhan bahan ajar dan bahan bacaan untuk mendukung pembangunan Indonesian Corner di sejumlah universitas di Uzbekistan. Koleksi yang disiapkan nantinya diharapkan dapat mendukung pembelajaran Bahasa Indonesia sekaligus memperkenalkan berbagai pengetahuan mengenai Indonesia kepada masyarakat Uzbekistan. ***(FM/Ed: DRS/Dok: AA)

Galeri