Ingatan Kolektif Jadi Kunci Mitigasi Bencana Berkelanjutan

Gallery image

Ingatan Kolektif Jadi Kunci Mitigasi Bencana Berkelanjutan

Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan pentingnya memori kolektif bangsa dalam pengurangan risiko bencana pada gelaran Indonesia Management Disaster Summit (IMDS) 2025 yang berlangsung pada 2-3 Desember 2025 di Gedung Layanan Perpusnas, Jakarta. 

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi, Suharyanto, menyampaikan bahwa pelestarian pengetahuan merupakan fondasi dalam membangun budaya tangguh bencana. Ia juga mengungkapkan belasungkawa atas bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

“Kami menyampaikan duka yang sangat mendalam atas musibah ini. Semoga para korban mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan YME dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujarnya, Selasa (2/12/2025).

Suharyanto menjelaskan bahwa kontribusi Perpusnas dalam mitigasi bencana terletak pada pelestarian berbagai sumber pengetahuan, mulai dari manuskrip Nusantara, arsip sejarah kebencanaan, dokumentasi gempa masa lalu, penelitian perubahan iklim, hingga pemberitaan media tentang tsunami.

“Perpusnas bukan hanya tempat menyimpan buku. Orang sering bertanya apa hubungannya perpustakaan dengan mitigasi bencana di lapangan. Jawabannya satu, yaitu ingatan. Bencana seringkali berulang, tetapi ingatan manusia itu pendek,” tegasnya.

Ia berharap IMDS 2025 dapat menjadi ruang yang menghubungkan warisan pengetahuan dengan inovasi kebencanaan.

Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto juga menekankan kesiapan Perpusnas memperluas kolaborasi melalui pendekatan inklusi sosial. “Kami siap bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), serta rekan-rekan Non-Governmental Organization (NGO), dan masyarakat. Misalnya dengan menyisipkan kurikulum literasi kebencanaan dalam program-program perpustakaan di seluruh pelosok desa,” terangnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Penanggulangan Bencana dan Konflik Sosial Kemenko PMK, Lilik Kurniawan, mengemukakan apresiasi atas penyelenggaraan IMDS. “Saya percaya IMDS akan menjadi platform yang efektif dalam memperkuat koordinasi dan menghasilkan rekomendasi penting untuk penanggulangan bencana,” tuturnya.

Asisten Deputi Penanganan Bencana Kemenko PMK, Merry Efriana, menuturkan bahwa IMDS merupakan hasil kolaborasi pentahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, masyarakat, dan media. “Pendekatan pentahelix ini memastikan penanggulangan bencana dilakukan secara berkelanjutan dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” pungkasnya. 

Ia menyebut sejumlah pihak terlibat, di antaranya Kemenko PMK, BNPB, Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia, Masyarakat Penanggulangan Bencana Indonesia, Forum Perguruan Tinggi untuk Pengurangan Risiko Bencana, Kamar Dagang dan Industri Indonesia, Humanitarian Forum Indonesia, serta Astra Internasional. Kegiatan ini menghadirkan rangkaian diskusi dan juga pameran. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui instagram @idms.id. 

 

Reporter: Qintara Amalia / Alditta Khoirun Nisa

Dokumentasi: Aji Anwar

 

 

Galeri