Inilah Capaian Pusdatin dalam Penguatan Transformasi Digital Perpusnas Sepanjang 2025

Gallery image

Inilah Capaian Pusdatin dalam Penguatan Transformasi Digital Perpusnas Sepanjang 2025

Jakarta-Humas Perpusnas. Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mencatat capaian kinerja positif sepanjang 2025, khususnya dalam penguatan transformasi digital dan tata kelola berbasis teknologi informasi.

Kepala Pusdatin, Wiratna Tritawirasta memaparkan beberapa capaian tersebut pada kegiatan Apel Pagi yang berlangsung daring, Senin (23/2/2026). Pertama, ia menyampaikan bahwa nilai Indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tahun 2025 meningkat menjadi 4,66 dari 4,12 pada tahun 2024.

“Pusdatin secara konsisten dan berkesinambungan menjaga agar SPBE tumbuh secara positif, dan di sini terlihat bahwa nilai evaluasi tingkat kematangan SPBE sudah mencapai hampir nilai optimal,” ungkapnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Wira ini menyampaikan bahwa capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Pusdatin menunjukkan tren menggembirakan. “Dapat kita lihat dari Indeks Satu Data yang mencapai 79,49, Indeks Simpul Jaringan Informasi Geospasial sebesar 3,12, serta Tingkat Kematangan Keamanan Siber dan Persandian sebesar 3,96,” jelasnya.

Selain itu, pada 2025 Pusdatin telah memenuhi kurang lebih 60 persen pembangunan dan pengembangan aplikasi di lingkungan Perpusnas. Aplikasi tersebut antara lain Wiyata Kinarya, Pendidikan dan Pelatihan ASN Perpusnas (MOOC) yang dikembangkan menjadi KMS, Pengembangan Khastara, Indonesia OneSearch, ISBN Terintegrasi, Sistem Aplikasi Inlis Enterprise terintegrasi e-Deposit (SAKEDAP), Sistem Pengawasan (SimWas), Presensi Elektronik, Pengembangan e-Performance Terintegrasi DAK Non Fisik, Aplikasi Satperbis, Aplikasi Relawan Literasi Masyarakat (Relima), dan Aplikasi KKN Literasi.

Memasuki 2026, menurut Wira, Pusdatin akan berfokus pada tiga pilar sistem informasi yang terintegrasi. “Fokus Pusdatin pada 2026 ini meliputi sistem Informasi manajemen koleksi perpustakaan, sistem informasi pembinaan dan pengembangan perpustakaan, serta sistem informasi pendukung manajemen dan tata kelola Perpusnas,” urainya.

Proses tersebut, ia menjelaskan, diawali dengan pemetaan dan harmonisasi proses bisnis seluruh unit kerja di lingkungan Perpusnas. “Sehingga, proses ini diharapkan menghasilkan data yang valid dan terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data dalam merumuskan kebijakan pembinaan perpustakaan secara komprehensif,” paparnya.

Selain penguatan sistem, Pusdatin juga menyiapkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan teknologi informasi bagi pustakawan. Kegiatan ini direncanakan melibatkan Pustakawan Utama dan Madya dengan fokus pada pemanfaatan kecerdasan buatan untuk mendukung administrasi, komunikasi, serta literasi informasi.

Wira berharap pelatihan ini mampu memperkuat kompetensi digital pustakawan sekaligus mendorong inovasi layanan berbasis teknologi.*** (GAS/Ed:BS/Dok:FMS)

Galeri