Inilah Tiga Capaian Unggulan Dukungan Manajemen Perpusnas 2025

Gallery image

Inilah Tiga Capaian Unggulan Dukungan Manajemen Perpusnas 2025

Jakarta - Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Joko Santoso, memberi arahan dalam apel pagi pertama di tahun 2026, Senin (12/1/2026). Ia memaparkan capaian kinerja Perpusnas tahun 2025 serta arah Rencana Kerja tahun 2026 sebagai bentuk penguatan tata kelola kelembagaan yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing. 

 

Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa Perpusnas harus terus beradaptasi dan relevan di tengah perubahan zaman. “Perpusnas harus menjadi lembaga yang adaptif, inklusif, dan berdaya saing, terutama melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

 

Joko kemudian menyampaikan tiga capaian unggulan Perpusnas dalam lima tahun terakhir. “Pertama, Perpusnas berhasil mempertahankan Opini Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangan. Ini menunjukkan komitmen kita dalam menjaga akuntabilitas pengelolaan anggaran,” jelasnya.

 

Lebih lanjut, Joko memaparkan tentang capaian kedua yang terlihat dari peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi dan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang terus membaik. Selain itu, menurutnya, Perpusnas juga memperkuat tata kelola berbasis teknologi informasi untuk mendukung manajemen kinerja secara lebih efektif.

 

Ketiga, ia juga menyoroti capaian Indeks Kualitas Kebijakan (IKK) Perpusnas yang mendapat pengakuan sangat baik dari Lembaga Administrasi Negara (LAN). “Pada tahun 2025, nilai IKK Perpusnas mencapai 86,15 persen. Capaian ini tidak lepas dari penguatan agenda setting berbasis data dan formulasi kebijakan yang lebih komprehensif dan terukur,” ungkapnya.

 

Tak lupa, Joko pun mengapresiasi unit kerja yang aktif mengajukan kegiatan untuk dinilai dalam IKK. “Kami mengapresiasi unit-unit kerja yang berinisiatif mendorong peningkatan kualitas kebijakan,” tambahnya.

 

Pada kesempatan yang sama, Joko kembali menegaskan capaian Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dan Survei Penilaian Integritas (SPI) Perpusnas yang berhasil meraih nilai tertinggi. “Capaian ini merupakan komitmen kita bersama untuk terus memperkuat tata kelola dan integritas Perpusnas,” tegasnya.

 

Dalam paparannya, Joko menjelaskan bahwa pada periode 2019–2025 Perpusnas telah menyalurkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik sebesar Rp2,7 triliun. Baginya, DAK Fisik memungkinkan Perpusnas membangun dan memperkuat infrastruktur perpustakaan di seluruh Indonesia.

 

“Dana tersebut sebagian besar digunakan untuk pembangunan, perluasan, dan renovasi gedung perpustakaan beserta sarana pendukungnya dengan total 1.484 paket kegiatan,” jelasnya.

 

Selain DAK Fisik, Perpusnas juga mengelola DAK Nonfisik untuk mendukung kegiatan publik, seperti penguatan budaya baca, pendataan dan registrasi naskah, serta Festival Literasi Daerah.

 

“Pada tahun 2025, kami mengalokasikan anggaran sebesar 150 miliar untuk Festival Literasi Daerah. Kegiatan ini menjadi agregasi berbagai program literasi di daerah dan menjadi puncak pengembangan literasi di daerah,” ungkapnya.

 

Menutup apel, Joko menekankan fokus sasaran strategis Perpusnas, khususnya dukungan manajemen terhadap terwujudnya tata kelola perpustakaan nasional yang prima. “Indikator utama kita adalah peningkatan Indeks Reformasi Birokrasi dan perolehan Opini BPK Wajar Tanpa Pengecualian,” tegasnya.

 

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pimpinan, unit kerja, dan pegawai Perpusnas atas kontribusi yang diberikan selama tahun 2025. “Terus semangat dan bekerja sebaik-baiknya untuk berkontribusi pada pencapaian sasaran program dan kegiatan Perpusnas tahun 2026,” tutupnya.

 

 

 

Reporter: Sonia Adelina

Editor: Basma Sartika

 

Galeri