Jadikan Perpustakaan Ruang Edukasi Publik, Kota Bukittinggi Butuh Dukungan Perpusnas

Gallery image

Jadikan Perpustakaan Ruang Edukasi Publik, Kota Bukittinggi Butuh Dukungan Perpusnas

Jakarta – Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerima audiensi Pemerintah Kota Bukittinggi untuk membahas sinergi program literasi, pengembangan perpustakaan umum, dukungan bantuan pusat, serta pemanfaatan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di daerah. Audiensi dipimpin langsung oleh Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, bersama jajaran, serta dihadiri Wali Kota Bukittinggi, M. Ramlan Nurmatis, beserta perangkat daerah terkait, Selasa (31/3/2026).

 

Ramlan menyampaikan bahwa pembangunan gedung baru perpustakaan daerah telah selesai, namun masih membutuhkan dukungan pengisian koleksi dan penataan kawasan. Ia berharap perpustakaan dapat berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus destinasi publik. “Pustaka bukan sekadar tempat membaca, tetapi juga tempat mengedukasi dan menumbuhkan minat baca masyarakat,” ujarnya.

 

Ia juga menekankan bahwa transformasi perpustakaan tidak hanya berfokus pada digitalisasi. “Digitalisasi bukan semata urusan dinas perpustakaan, tetapi bagaimana layanan perpustakaan itu bisa meningkat,” katanya.

 

Menurutnya, penguatan literasi juga membutuhkan peran komunitas. “Komunitas bergerak untuk urusan naskah dan literasi. Budaya baca dan penyediaan buku akan memberikan dampak langsung terhadap kinerja pemerintah daerah,” tambahnya.

 

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Bukittinggi, Nauli Handayani menambahkan bahwa pihaknya telah menyiapkan proposal untuk pengajuan DAK (Dana Alokasi Khusus) Nonfisik. Program yang diusulkan mencakup konten kreatif berbasis kearifan lokal, pekan literasi daerah, hingga pendataan perpustakaan. “Kami berharap Perpusnas dapat memberikan dukungan agar perpustakaan ini bisa menjangkau masyarakat lebih luas,” katanya.

 

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpusnas menjelaskan bahwa kebijakan alokasi DAK nonfisik mempertimbangkan kondisi fiskal daerah dan capaian kinerja perpustakaan. “Bukittinggi memiliki kekuatan fiskal sedang, sehingga peluang tetap ada, tetapi harus diikuti peningkatan prestasi,” jelasnya.

 

Ia menambahkan bahwa tingkat kegemaran membaca dan indeks pembangunan literasi masyarakat (IPLM) di Bukittinggi masih perlu ditingkatkan. “Akreditasi perpustakaan yang masih kategori C perlu ditingkatkan melalui reakreditasi dengan instrumen terbaru,” ujarnya.

 

Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso juga menekankan pentingnya pemanfaatan fasilitas yang telah dibangun. “Setelah pembangunan, yang paling penting adalah pemanfaatannya. Tanpa menunggu peresmian, perpustakaan dapat segera dibuka untuk masyarakat,” katanya.

 

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, mendorong koordinasi intensif agar peningkatan akreditasi dapat segera tercapai. “Kami akan mengawal agar pada 2026 akreditasi dapat meningkat sehingga peluang DAK nonfisik semakin terbuka,” ujarnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, disampaikan pula bahwa dukungan Perpusnas kepada Bukittinggi telah berlangsung sejak lama, termasuk bantuan puluhan ribu buku untuk meningkatkan literasi masyarakat.

 

Kepala Perpusnas menegaskan pentingnya peran masyarakat dalam menghidupkan literasi. “Taman Bacaan Masyarakat menjadi urat nadi untuk berdenyutnya literasi di masyarakat,” tutupnya.

 

Menutup audiensi, Wali Kota Bukittinggi menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti hasil pertemuan tersebut. “Mudah-mudahan hasilnya sesuai dengan harapan dan kinerja kita, dan akan kami lakukan pengawasan serta praktikkan agar minat baca masyarakat benar-benar meningkat,” ujarnya. *** (SA/Ed:DRS. Dok: AIF)

Galeri