Kabupaten Muaro Jambi Perlu Dukungan Penguatan Literasi

Gallery image

Kabupaten Muaro Jambi Perlu Dukungan Penguatan Literasi

Jakarta - Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan komitmen Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi terhadap perpustakaan dan literasi. Ia turut menegaskan bahwa penguatan literasi merupakan bagian penting dalam pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

 

Dalam kunjungan ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Selasa (23/12/2025), Kabupaten Muaro Jambi menyatakan memerlukan dukungan literasi yang kuat dan merata, untuk mengembangkan potensi daerahnya.

 

Bupati Kabupaten Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno, menyampaikan bahwa Kabupaten Muaro Jambi memiliki 11 kecamatan dengan karakteristik yang beragam, mulai dari daerah penghasil sawit, kawasan pelabuhan, pariwisata, kebudayaan, hingga kawasan pendidikan. Kondisi ini menurutnya membutuhkan dukungan literasi yang kuat dan merata untuk mengembangkan potensinya.

 

Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi telah berupaya meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat dengan menyiapkan sarana prasarana perpustakaan sesuai kemampuan daerahnya. Namun, dengan keterbatasan anggaran serta dampak efisiensi, membuat penguatan infrastruktur perpustakaan menjadi kurang optimal dan penuh tantangan. Salah satunya, kondisi gedung perpustakaan daerah yang dinilai kurang layak dan membutuhkan perhatian serius.

 

“Izin, kami blak-blakan sampaikan bahwa daerah kami sangat membutuhkan dukungan sarana dan prasarana penguatan literasi, khususnya pembangunan gedung perpustakaan. Kami akan menyiapkan SDM dan menggerakkan kegiatan literasi, karena ini menjadi bagian penting untuk mewujudkan visi misi kami,” ungkapnya.

 

Menanggapi hal itu, Joko menyampaikan bahwa dalam upaya meningkatkan budaya baca dan kecakapan literasi, Perpusnas telah menyalurkan berbagai macam dukungan ke daerah, termasuk bantuan bahan bacaan bermutu, pengembangan perpustakaan desa dan taman baca masyarakat (TBM), KKN Tematik Literasi, Relawan Literasi Masyarakat (ReLima), hingga layanan perpustakaan keliling.

 

“Perlu kami sampaikan, Perpusnas telah menyalurkan bantuan bahan bacaan ke 24 desa di Muaro Jambi serta 2 unit Mobil Perpustakaan Keliling (MPK). Ke depan, bisa diusulkan desa-desa mana saja yang siap bertransformasi dalam mengembangkan potensi lokalnya melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS),” imbuhnya.

Terkait usulan pembangunan perpustakaan daerah, Joko menjelaskan bahwa saat ini dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik untuk pembangunan perpustakaan sudah tidak lagi disalurkan langsung melalui Perpusnas. Namun demikian, Perpusnas masih dapat mengusulkan DAK Nonfisik yang masih dapat dimanfaatkan oleh daerah.

Sebagai informasi, DAK Nonfisik merupakan dukungan dana dari pemerintah pusat untuk memperkuat program pengembangan literasi dan kualitas layanan perpustakaan daerah yang sifatnya nonfisik. Salah satu indikator yang mempengaruhi besaran alokasi anggaran yang diberikan adalah tingkat akreditasi perpustakaan dan kondisi fiskal daerah.

“Data kami menunjukkan akreditasi Dinas Perpustakaan Kabupaten Muaro Jambi saat ini adalah C. Catatan kami, kiranya untuk dilakukan pemutakhiran dan peningkatan akreditasi, sehingga peluang memperoleh DAK Nonfisik pada tahun mendatang, khusunya 2027, terbuka lebar,” pungkasnya.

Pertemuan ini menjadi komitmen bersama antara Perpusnas dan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi untuk terus mengikhtiarkan penguatan perpustakaan dan literasi sebagai upaya pembangunan SDM dan peningkatan kualitas layanan publik di daerah.

 

Reporter dan Dokumentasi: Gilang Arwin Saputri
Editor: Dyah Sugiyanto

Galeri