Kepala Perpusnas Berkomitmen Jadikan Perpustakaan sebagai Agen Perubahan Sosial
Jakarta– Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menggelar kegiatan Pertemuan Pembelajaran Sebaya Nasional. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) Tahun 2025.
Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, menyampaikan Perpusnas kembali menegaskan hakikat perpustakaan sebagai wahana pengembangan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan pemenuhan rasa ingin tahu masyarakat. “Melalui program TPBIS, lembaga ini berkomitmen menjadikan perpustakaan sebagai agen perubahan sosial yang memberdayakan masyarakat,” ucapnya saat membuka secara resmi kegiatan tersebut pada Rabu, (10/12/2025).
Ia menambahkan, pustakawan harus memiliki visi ke depan untuk membentuk tiga karakter utama perpustakaan, yaitu sebagai pusat ilmu pengetahuan, kreativitas, dan pemenuhan rasa ingin tahu. “Harus ada program-program yang memungkinkan setiap orang bisa menemukan cara untuk meningkatkan kreativitas,” ujarnya.
Dalam keterangannya, ia menegaskan, perpustakaan akan berfungsi secara optimal apabila terdapat program yang benar-benar diarahkan untuk mencapai tujuan perpustakaan, yang dikembangkan oleh pustakawan sebagai pengelola.
Kemudian, ia menambahkan, harus ada dukungan dari berbagai pihak. “Ada kemitraan yang dibangun karena kita tidak bekerja di ruang sunyi, sendirian tanpa memerlukan orang lain,” jelasnya. “Perpustakaan itu hadir dalam komunitas, perpustakaan hadir dalam keramaian dan hiruk pikuk kehidupan masyarakat. Ini tentu saja harus dibangun oleh kita bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan TPBIS yang dikembangkan sejak tahun 2018 telah dirasakan sangat transformatif karena mampu mengubah kondisi masyarakat yang tadinya kurang berdaya menjadi berdaya. Disebutkannya, program ini berhasil mengubah situasi yang semula tidak ada kreativitas menjadi lebih kreatif, serta kondisi yang mandek menjadi lebih dinamis.
“TPBIS adalah sebuah ikhtiar yang dikembangkan sejak 2018 dan terbukti mampu mengubah situasi yang tadinya mandek menjadi lebih dinamis serta kreatif,” ucapnya.
Perpusnas menegaskan bahwa visi dan tujuan bersama adalah memberdayakan masyarakat melalui kebiasaan membaca yang benar, sehingga kecakapan literasi meningkat. Menurutnya, hal tersebut merupakan prasyarat bagi bangsa yang maju dan bermartabat.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Umum dan Khusus (PPUK) Perpusnas, Nani Suryani, menyampaikan bahwa Tema yang diangkat dalam Pertemuan Pembelajaran Sebaya Tingkat Nasional Tahun 2025 adalah ‘Penguatan Budaya Baca dan Peningkatan Kecakapan Literasi untuk Martabat Bangsa.’ Tema ini menjadi penegasan kembali komitmen Perpusnas dalam memperkuat peran perpustakaan sebagai pilar penting pembangunan masyarakat literat.
“Salah satu harapan utama pertemuan ini adalah terhimpunnya berbagai praktik baik yang lahir dari kreativitas dan inovasi perpustakaan di berbagai daerah. Dokumentasi praktik baik ini diharapkan menjadi sumber inspirasi yang dapat diterapkan, direplikasi, atau dikembangkan lebih lanjut oleh perpustakaan lainnya sesuai konteks dan kebutuhan pemustaka,” urainya.
Sebagai informasi, pertemuan ini juga dihadiri oleh Deputi Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas, Pungkas Bahjuri.
Reporter & Dokumentasi : Ahmad Kemal Nasution
Editor: Dyah Sugiyanto
Galeri








