Kepala Perpusnas dan Menbud Resmikan Ranggawarsita, Perpustakaan Khusus Pusat Pengetahuan dan Layanan Informasi Kebudayaan

Gallery image

Kepala Perpusnas dan Menbud Resmikan Ranggawarsita, Perpustakaan Khusus Pusat Pengetahuan dan Layanan Informasi Kebudayaan

Jakarta, Humas Perpusnas — Berdasarkan data Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), hingga saat ini terdapat 9.147 perpustakaan khusus di Indonesia. Namun, pengelolaannya masih belum merata. Hal ini disebabkan tingkat perhatian dan komitmen setiap instansi terhadap pengembangan perpustakaan berbeda-beda.

Karena itu, Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengapresiasi komitmen Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) dalam menghadirkan Ranggawarsita sebagai perpustakaan khusus. Aminudin juga menyebutkan, perpustakaan ini tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga akan dioptimalkan sebagai pusat pengetahuan dan layanan informasi kebudayaan. 

Sementara itu, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menerangkan bahwa Perpustakaan Ranggawarsita dibangun sebagai pusat dokumentasi dan pengetahuan kebudayaan dengan menghimpun berbagai publikasi yang sebelumnya tersebar di sejumlah unit kerja.

Selanjutnya, Kepala Perpusnas mengungkapkan, Ranggawarsita adalah salah satu perpustakaan khusus yang memiliki fungsi strategis karena menyimpan koleksi yang berkaitan langsung dengan tugas dan fungsi Kemenbud. "Peresmian ini menandakan betapa kuatnya komitmen pimpinan Kementerian Kebudayaan terhadap khazanah pengetahuan dan warisan budaya bangsa," tuturnya.

"Ada kementerian atau lembaga yang memiliki perpustakaan dengan aktivitas yang sangat baik, tetapi ada pula yang hanya mencatatkan perpustakaannya demi memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP). Ini tentu model pengelolaan yang tidak baik," ujarnya dalam Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita Kemenbud yang diselenggarakan di Gedung E Lantai 1, Kemenbud, Senayan, Senin (20/7/2026).

Sebelumnya, Kemenbud telah berkoordinasi dengan Perpusnas pada Kamis (16/7/2026) terkait persiapan peresmian Perpustakaan Ranggawarsita. Koordinasi tersebut mencakup penerbitan NPP, pengembangan layanan, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia perpustakaan.

Sebagai tindak lanjut, Perpusnas menugaskan seorang pustakawan untuk mendampingi pengelolaan Perpustakaan Ranggawarsita agar dapat berfungsi secara optimal. Pada kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas juga menyerahkan secara simbolis NPP kepada Menteri Kebudayaan.

Aminudin menegaskan bahwa penerbitan NPP bukan sekadar pemenuhan administrasi, melainkan bagian dari pembinaan agar perpustakaan mampu memberikan layanan yang berkualitas. "NPP menjadi penting karena kami harus memberikan pembinaan agar perpustakaan ini berjalan dengan baik. Bukan hanya membuat katalog atau menata buku di rak, tetapi bagaimana memfungsikan perpustakaan itu dengan baik," jelasnya.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa perpustakaan saat ini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan buku, tetapi telah bertransformasi menjadi ruang belajar, berkegiatan, dan berkolaborasi melalui pendekatan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). "Saya yakin melalui Perpustakaan Khusus di Kementerian Kebudayaan ini, transformasi perpustakaan juga akan terjadi," ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mego Pinandito juga menyampaikan bahwa arsip dan perpustakaan merupakan warisan intelektual bangsa. Keduanya yang saling melengkapi dalam mendokumentasikan perjalanan sejarah, perkembangan peradaban, serta dinamika sosial budaya Indonesia.

Sebagai informasi, Perpustakaan tersebut terhitung memiliki sekitar 14 ribu buku dengan 22 ribu eksemplar serta 5.591 judul publikasi digital yang dapat diakses melalui repositori Kemenbud. Ke depan, koleksi akan terus dikembangkan melalui digitalisasi agar semakin mudah dimanfaatkan. "Kami harapkan buku-buku ini tidak menjadi mubazir, tetapi dapat diakses publik, menjadi pengetahuan yang hidup, dan dimanfaatkan seluas-luasnya," harap Fadli Zon.

Peresmian Perpustakaan Ranggawarsita ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan untaian melati oleh Menteri Kebudayaan, Kepala Perpusnas, dan Kepala ANRI. Kegiatan dilanjutkan dengan peninjauan perpustakaan, termasuk demonstrasi katalog elektronik dan repositori digital yang akan mendukung layanan informasi di lingkungan Kemenbud. *** (AKN/Ed: DRS/Dok: AA)

Galeri