Kepala Perpusnas Evaluasi Pemanfaatan Bantuan Buku di Garut
Garut, Jawa Barat— Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, mengadakan kunjungan kerja ke Desa Rancasalak dan Desa Wanajaya, Kabupaten Garut dalam rangka evaluasi pemanfaatan bantuan buku yang telah disalurkan khususnya ke perpustakaan desa, Taman Baca Masyarakat (TBM) dan perpustakaan rumah ibadah.
Menurutnya, evaluasi diperlukan karena di beberapa daerah, masih ada desa atau TBM yang enggan membuka paket bantuan buku dengan alasan takut rusak atau khawatir akan dikenakan biaya penggantian.
“Buku itu wajib rusak karena dipakai, dibaca, dan dipinjam masyarakat. Jadi, jangan takut rusak. Kalau buku hanya disimpan rapi tanpa disentuh, manfaatnya tidak ada. Yang tidak boleh adalah diperjualbelikan. Sudah ada tanda terima buku ini adalah buku bantuan jadi tidak ada biaya yang akan ditagih,” jelasnya, Rabu (10/9/2025).
Ia menambahkan bahwa evaluasi menjadi dasar penting bagi Perpusnas dalam menentukan pola bantuan berikutnya. Kedepannya, pemberian buku akan berbasis pada kinerja daerah tersebut.
“Saat ini, Perpusnas tengah merumuskan instrumen baru Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) agar penilaian kinerja suatu daerah menjadi lebih adil sesuai kewenangan daerah. Rencananya akhir bulan ini, kami akan mengadakan sosialisasi kepada seluruh kepala dinas terkait dengan instrumen baru IPLM,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan tujuan dari pemberian buku bacaan bermutu kepada desa, TBM, rumah ibadah, Puskesmas, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan kedepannya juga perpustakaan di sekolah-sekolah rakyat bertujuan agar masyarakat memiliki lebih banyak kesempatan untuk mengakses bahan bacaan.
Selain itu, dalam kesempatan ini Kepala Perpusnas memaparkan bahwa pendaftaran untuk bantuan buku tidak dilakukan langsung ke Perpusnas, melainkan melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan kabupaten/kota dan dengan syarat dan ketentuan tertentu.
“Tidak semua desa bisa langsung diajukan. Hanya desa yang memiliki kemauan dan kemampuan untuk mengelola perpustakaan yang berhak diusulkan. Demikian juga untuk TBM, TBM yang terbukti aktif menyelenggarakan kegiatan literasi. Jadi yang diajukan adalah yang memang sudah ada kegiatannya, ada yang mengurusnya dan ada tempatnya,” urainya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten (Dispusip) Garut, Totong, menyampaikan bahwa Kabupaten Garut telah menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Perpusnas untuk penguatan perpustakaan dan di tahun 2026 mendatang mendapat bantuan buku bermutu untuk rumah ibadah dan lapas.
Selain itu, ia mengajak masyarakat yang hadir untuk datang berkunjung ke perpustakaan kabupaten Garut.
“Kami mengundang pemanfaatan dari gedung perpustakaan Kabupaten Garut. Kami mempunyai auditorium untuk memutar film-film edukasi, keteladanan, sejarah Garut termasuk profil bupati dari masa ke masa. Mari Bapak dan Ibu, masyarakat, pegiat literasi dan sebagainya silahkan berkunjung. Kami tunggu di perpustakaan yang merupakan bantuan langsung dari Perpustakaan Nasional,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Kecamatan Kadungora, Widy Astuti Handayani, menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus mengutarakan rasa terima kasih yang mendalam atas dukungan yang telah diberikan Perpusnas.
Menurutnya, monitoring dan evaluasi berguna untuk mengetahui manfaat buku yang telah diberikan, dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Insya Allah, kalau warga desa yang kami undang ini semuanya gemar membaca. Insya Allah, apa yang bapak berikan kepada desa Rancasalak memberikan manfaat yang luar biasa. Saya ucapkan terima kasih,” ujarnya.
Reporter: Anastasia Lily & Usamah Fahmi Purnaningtyas
Dokumentasi: Usamah Fahmi Purnaningtyas
Galeri










