Kepala Perpusnas: Literasi Harus Jadi Program Bersama

Gallery image

Kepala Perpusnas: Literasi Harus Jadi Program Bersama

Lampung - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) E. Aminudin Aziz menyebut literasi merupakan program Bersama. Namun sayangnya literasi belum pernah dikerjakan Bersama.

Demikian disampaikan dalam Gebyar Literasi Nasional dengan tema Bersinergi, Bergerak Bersama: Mewujudkan Lampung Sebagai Provinsi Literasi Menuju Lampung Maju, di Gedung Nuwa Baca Zainal Pagar Alam, Selasa (29/7/2025).

"Gerakan literasi seharusnya menjadi inergi. Namun sayangnya, selama ini literasi belum pernah benar-benar dikerjakan Bersama. Saat ini justru masing-masing pihak berjalan sendiri-sendiri dan mengklaim punya program literasi," ungkapnya.

Ia mengatakan salah satu akar persoalan rendahnya literasi ada pada konsep literasi yang dibuat terlalu rumit. "Definisi yang rumit justru menyulitkan masyarakat memahami. Padahal literasi itu bisa didefinisikan secara sederhana, yakni kemampuan mengolah informasi, baik berupa teks maupun simbol, untuk meningkatkan kualitas hidup," katanya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tingkat pembangunan literasi di Indonesia, kshususnya di Lampung masih rendah. Berdasarkan data Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM), rata-rata nasional berada di angka 73,75. Namun, Lampung baru mencapai 64,81 masih jauh di bawah rata-rata nasional. Begitu juga tingkat kegemaran membaca, di mana angka nasional 72,44, sementara Lampung masih berada di angka 67.

“Artinya, pekerjaan besar menanti di provinsi Lampung. Literasi bukan sekadar urusan dinas perpustakaan atau dinas pendidikan, tetapi kerja bersama seluruh pihak,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan stigma yang masih melekat pada perpustakaan. Sering kali perpustakaan dipandang Sebagai tempat menumpuk buku, dan pustakawan hanya menunggu buku.

"Bahkan ada anggapan orang yang ditempatkan di perpustakaan adalah orang buangan. Stigma ini harus diubah. Perpustakaan adalah gudang ilmu yang memuliakan ilmu. Maka yang ditempatkan harus orang yang mulia," ungkapnya.

Hal senada juga diungkapnya, Bunda Literasi Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirzani Djausal. Menurutnya, literasi merupakan pekerjaan bersama. "Bukan pekerjaan dinas perpustakaan maupun dinas Pendidikan, tetapi literasi ini menjadi kerja bersama," katanya.

Ia berharap adanya komitmen agar budaya literasi di Provinsi Lampung dapat tumbuh hingga ke pelosok desa. 

 

Reporter: Wara Merdeka

Dokumentasi: Pradita Seti Rahayu / Tim Diskominfo Lampung

Galeri