Kepala Perpusnas: Mahasiswa Harus Berpikir Tingkat Tinggi dan Literat
Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Mahasiswa adalah komunitas intelektual, calon pemimpin masa depan. Maka harus berpikir tingkat tinggi. Pesan itu disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, saat memberikan arahan kepada mahasiswa Universitas IPWIJA dalam kunjungan akademik ke Gedung Layanan Perpusnas, Jakarta, Rabu (8/10/2025).
Dalam arahannya, Aminudin membuka sesi dengan gaya hangat dan humoris yang disambut antusias oleh mahasiswa semester tujuh tersebut. Ia menekankan pentingnya mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif, bukan sekadar mengejar nilai.
“Ciri literat bukan sekadar bisa membaca, tetapi mampu melahirkan gagasan baru,” ujarnya.
Ia juga menceritakan perjalanan akademiknya yang dimulai dari jenjang D2 hingga meraih gelar doktor, sebagai bukti bahwa kesungguhan dan proses panjang dapat membentuk karakter pantang menyerah.
Aminudin juga mengapresiasi langkah Universitas IPWIJA yang membawa mahasiswa berkunjung ke Perpusnas. “Ini langkah yang out of the box. Tidak banyak dosen yang menjadikan perpustakaan sebagai tujuan akademik. Di luar negeri, kunjungan ke perpustakaan justru menjadi budaya belajar. Semoga hal ini bisa menjadi kebiasaan baik di kampus-kampus Indonesia,” ungkapnya.
Selama sesi berlangsung, Aminudin menjelaskan visi Perpusnas, “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa”, serta berbagai fungsi strategis lembaga, mulai dari fungsi deposit, layanan publik, pembinaan perpustakaan di seluruh Indonesia, riset, hingga `pelestarian naskah kuno.
Perpusnas kini memiliki lebih dari 3 juta judul koleksi layanan, paparnya, dengan total 5,7 juta eksemplar, serta menyediakan berbagai layanan modern, seperti iPusnas dan BintangPusnas Edu, platform buku digital yang dapat diakses kapan pun. Selain itu, Indonesia OneSearch (IOS), portal pencarian skripsi, tesis, disertasi, dan koleksi ilmiah dari lebih dari 7 ribu perpustakaan jejaring nasional. Selanjutnya, Khastara, pangkalan data Khazanah Pustaka Nusantara, serta akses jurnal internasional seperti LexisNexis, yang langka bahkan di kampus besar.
Lebih lanjut, Perpusnas juga mencatat jumlah pengunjung yang mencapai lebih dari 30 juta orang pada 2024, baik secara langsung maupun daring. Gedung Layanan Perpusnas di Jalan Medan Merdeka Selatan juga disebutnya sebagai gedung perpustakaan tertinggi di dunia, dengan 24 lantai yang setiap lantainya memiliki fungsi layanan berbeda.
Sebelumnya, kegiatan diawali dengan sambutan Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas IPWIJA, Suyanto, yang mengapresiasi kesempatan belajar langsung di lembaga pembina perpustakaan tertinggi di Indonesia.
Suyanto menilai kunjungan ini merupakan momentum yang berharga bagi mahasiswa semester tujuh dalam menumbuhkan minat baca, menyiapkan tugas akhir, sekaligus belajar kemandirian melalui perjalanan menuju gedung layanan.
“Kami sengaja mengajak mahasiswa ke Perpusnas agar mereka semakin gemar membaca, karena di masa digitalisasi ini, literatur bisa diakses dari mana saja, bahkan dari rumah, kampus, atau kafe sekalipun. Dengan mengenal lebih dekat fasilitas di sini, mereka bisa lebih mudah menyelesaikan studi tepat waktu,” tuturnya.
Kunjungan dilanjutkan dengan kuis berhadiah tiga buku hasil kajian naskah Nusantara yang tidak diperjualbelikan di mana pun.
Reporter: Alditta Khoirun Nisa
Dokumentasi: Prakas Agrestian
Galeri










