Kepala Perpusnas: Pustama Harus Wariskan Kepakarannya

Gallery image

Kepala Perpusnas: Pustama Harus Wariskan Kepakarannya

Salemba, Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz memandang Pustakawan Ahli Utama (Pustama) merupakan sosok teladan yang memiliki pengalaman panjang dalam profesi, pemikiran luas serta tanggung jawab moral untuk membina generasi berikutnya. Hal itu disampaikannya dalam dialog dengan Pustama di lingkungan Perpusnas, Selasa (6/1/2026).

"Pustama perlu memiliki kesadaran bahwa kepakaran yang dimiliki harus diwariskan. Transfer pengetahuan adalah salah satu tanggung jawab utama agar bibit-bibit kepakaran terus tumbuh," ungkapnya.

Kepala Perpusnas mendukung optimalisasi peran Pustama dalam kegiatan pengajaran, pendampingan, dan penguatan teknis. Dukungan tersebut termasuk berkenaan dengan pemanfaatan teknologi untuk mendukung Pengembangan karier pustakawan.

Ia menyampaikan, bahwa dialog ini merupakan pertemuan khusus yang sengaja dihadirkan untuk memperkuat silaturahmi sekaligus membangun dialog yang setara, terbuka, dan konstruktif.

"Selama ini kita sering bertemu secara informal, tetapi baru kali ini saya merasa perlu menghadirkan forum khusus yang dialogis. Bukan forum satu arah atau monolog, tetapi ruang dialog," ujarnya.

Menurutnya, dinamika yang terjadi sepanjang 2025 hingga memasuki 2026 berjalan cepat dan tidak selalu berada dalam prediksi, sehingga diperlukan pemahaman bersama yang utuh.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan bahwa visi merupakan pandangan jauh ke depan tentang kondisi ideal yang ingin dicapai. Visi harus dicanangkan sejauh mungkin agar memberi inspirasi dan makna kemajuan. Namun, visi akan berhenti Sebagai wacana apabila tidak disertai ambisi.

"Ambisi bukan sesuatu yang negatif. Ambisi adalah hasrat untuk mencapai prestasi terbaik. Visi tanpa ambisi akan kehilangan energi, dan ambisi tanpa visi akan kehilangan arah," tegasnya.

"Ketika visi dan ambisi disatukan, lanjutnya, maka harus diwujudkan dalam aksi nyata yang terencana. Aksi inilah yang menjadi langkah konkret untuk menghasilkan kemajuan yang bermakna dan berkelanjutan," lanjutnya.

Ia menyatakan, forum dialog ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menata pikiran, menyamakan persepsi, serta membuka ruang ide dan kritik konstruktif demi kemajuan Perpusnas.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso; Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto; Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar; serta pejabat tinggi pratama di lingkungan Perpusnas. 

Dalam sesi dialog, Pustama Ofy Sofiana menyampaikan bahwa Perpusnas perlu meninjau kembali 6 Fungsi Perpusnas di dalam UU no..43 tahun 2007. Selain itu, ia menyarankan agar Perpusnas agar melakukan penguatan dan pengawalan dalam Rancangan Peraturan Presiden tentang warisan dokumenter

Pustama lainnya, Upriyadi menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam melakukan pembinaan perpustakaan di seluruh Indonesia. Mendukung hal tersebut, Pustama R. Deffi kurniawati menekankan perlu adanya peta pembinaan perpustakaan di Indonesia.

Reporter: Wara Merdeka

Editor: Dyah Sugiyanto

Dokumentasi: Aditya Irfan Fakhrudin

Galeri