Kepala Perpusnas RI Bacakan Puisi dalam Acara “Membaca 80 tahun Indonesia”
Cikini, Jakarta— Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, berpartisipasi dalam acara “Membaca 80 tahun Indonesia” yang diselenggarakan oleh Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud), di Teater Taman Ismail Marzuki (TIM), pada Jumat (22/8/2025).
Kepala Perpusnas membacakan puisi berjudul “Kamus Kecil” karya Joko Pinurbo.
Acara ini bukan sekadar pertunjukan sastra, melainkan sebuah upaya reflektif untuk membaca puisi sebagai bagian dari dinamika sejarah bahasa bangsa. Seluruh penampilan yang hadir merupakan hasil pembacaan mendalam terhadap perkembangan sastra dan kebangsaan secara menyeluruh.
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menegaskan bahwa karya sastra, khususnya puisi, merupakan bagian penting dalam perjalanan bangsa Indonesia.
“Puisi merekam potret perjalanan bangsa termasuk juga perjuangan para pahlawan, dinamika naik turun, pasang surut bangsa kita (saat) diterpa berbagai cobaan,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon turut membacakan puisi berjudul “Untuk-Mu, Bung Tomo”, yang ditulisnya saat berusia 14 tahun. Ia juga mengajak masyarakat untuk ikut membangun ekosistem sastra agar tetap tumbuh dan berkembang menuju Indonesia Emas.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan Kementerian Kebudayaan, Ahmad Mahendra menyampaikan acara ini sebagai upaya agar sastra Indonesia terus hidup.
“Melalui karya-karya maestro dari masa lampau hingga kini, acara ini menegaskan bahwa sastra Indonesia terus hidup dan tetap relevan dengan perubahan zaman,” ungkapnya.
Sejumlah tokoh hadir memberikan penampilan puisi. Menteri Agama, Nasaruddin Umar, membacakan puisi karya Abdul Hadi WM “Tuhan, Kita begitu dekat” ; serta penampilan Taufik Ismail, Penyair dan Sastrawan Indonesia, membacakan puisinya yang berjudul “Beri Daku Sumba”.
Selain itu, acara juga, menghadirkan tokoh-tokoh nasional, seniman, dan budayawan, antara lain Fryda Lucyana, Imam Soleh, Joe Rizal Manua, Happy Salma, Andhini Puteri, Iwa K, yang turut serta dalam pembacaan maupun musikalisasi puisi.
Reporter : Frista Maria
Dokumentasi : Aditya Irfan
Editor : Wara Merdeka
Galeri










