Kepala Perpusnas: Sekolah Rakyat Patut Dapatkan Perlakuan Khusus untuk Akses Bahan Bacaan

Gallery image

Kepala Perpusnas: Sekolah Rakyat Patut Dapatkan Perlakuan Khusus untuk Akses Bahan Bacaan

Kendari, Sulawesi Tenggara — Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz melakukan visitasi ke Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 25 Kendari, Sulawesi Tenggara, Sabtu (20/12/2025). Kunjungan ini bertujuan memastikan dukungan literasi yang diberikan Perpusnas benar-benar menjawab kebutuhan peserta didik di Sekolah Rakyat (SR).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Perpusnas menegaskan bahwa SR patut mendapatkan perlakuan khusus, terutama dalam hal akses terhadap bahan bacaan. “Anak-anak di SR tidak selalu berada dalam jalur pendidikan formal, namun tetap harus memperoleh hak yang sama untuk mengakses pengetahuan,” tandasnya.

“Sekolah Rakyat adalah school for all. Anak-anak di sini tidak berarti wajib mengikuti sekolah formal, tetapi mereka perlu diberikan akses kepada bahan bacaan,” tambahnya.

Perpusnas secara khusus memfokuskan bantuan penyediaan bahan bacaan bagi SR. Pada pertengahan tahun 2025, Perpusnas berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk memetakan jumlah SR yang ada. Awalnya tercatat 160 sekolah dan kemudian berkembang menjadi 166 sekolah.

Berdasarkan pemetaan tersebut, Perpusnas menetapkan standar minimal jumlah pemberian bantuan koleksi buku, yakni 1.500 buku untuk jenjang SD dan SMP serta 1.000 buku untuk jenjang SMA.

Selain buku cetak, Perpusnas juga menyediakan Anjungan Baca Digital (ABD) atau lebih dikenal dengan sebutan Pojok Baca Digital (Pocadi) yang memungkinkan peserta didik mengakses bacaan digital dan memperluas wawasan melalui teknologi.

Sebagai informasi, penyediaan bahan bacaan ini dilandasi oleh data rendahnya tingkat membaca masyarakat. Rata-rata masyarakat Indonesia baik dewasa maupun anak-anak hanya membaca sekitar 5,5 hari dalam setahun.

"Sejak tahun 2024, Perpusnas berinisiatif menyediakan buku bacaan bagi anak-anak untuk membangun imajinasi dan kreativitas. Anak yang membaca banyak buku akan memiliki daya imajinasi dan kemampuan berpikir yang lebih kreatif," tegas Kepala Perpusnas.

Melalui pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik, Perpusnas bersama perpustakaan daerah juga mendorong berbagai kegiatan literasi seperti membaca nyaring, mendongeng berbasis buku, hingga menulis berbasis bacaan.

Sementara itu, Kepala SRMP 25 Kendari, Ferdinand Nicholas Bonde menyampaikan bahwa sekolah yang memiliki 49 siswa dan 11 guru tersebut, sekitar dua minggu lalu, menerima 1.729 buku dari Perpusnas.

“Kehadiran buku-buku ini sangat membantu kami dalam mendukung program literasi. Siswa kami memiliki motivasi membaca yang tinggi, dan kegiatan yang kami gagas yakni membaca 30 menit setiap Selasa dan Kamis sebelum pembelajaran sangat terbantu dengan adanya buku ini,” ungkap Ferdinand.

Melalui kegiatan pemantauan ini, Perpusnas berharap perpustakaan SR dapat terus berkembang sebagai pusat pembelajaran dan penguatan budaya baca.

 

Reporter: Basma Sartika

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Aditya Irfan Fakhruddin

Galeri