Kepala Perpusnas Tekankan Kepercayaan Diri dan Integritas Delegasi IFLA
Salemba, Jakarta— Sebanyak lima pegawai Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) berkesempatan mengikuti Kongres Perpustakaan dan Informasi Dunia (World Library and Information Congress/WILC) International Federation of Library Associations and Institutions (IFLA), di Astana, Kazakhstan dengan mengirimkan tulisan.
Diantaranya, Manuskrip Nusantara di Era Digital yang ditulis oleh Sadariyah Ariningrum Wijiastuti; Peran layanan virtual perpustakaan sebagai pusat keterbukaan informasi dalam menghadapi tantangan misinformasi di era kecerdasan buatan (AI) yang ditulis oleh Fandi Rahmat Hidayat; Evaluasi dan pengembangan tajuk subjek istilah-istilah terkait disabilitas dalam sistem tajuk kendali Nasional Indonesia (Juliana), untuk mewujudkan metadata yang inklusif, adil, dan sesuai dengan prinsip Universal Bibliographic Control (UBC) yang ditulis Nadya Mentari.
Penyensoran dan implikasinya terhadap koleksi bertema LGBTQIA+ di Perpustakaan Nasional Indonesia yang ditulis oleh Soraya Haryani Putri, dan Pengembangan repositori digital untuk pelestarian arsip queer di Indonesia sebagai upaya melawan penghapusan sejarah komunitas queer dari narasi arus utama yang ditulis oleh Vania Sukma Putri Daniswara.
Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, mengapresiasi delegasi dari Perpusnas yang akan mengikuti konferensi yang digelar oleh Federasi Internasional Asosiasi dan Lembaga Perpustakaan.
“Saya sangat senang ya, apalagi anak-anak muda, yang akan tampil di acara global dan pastinya akan mewarnai pemikiran-pemikiran teman-teman yang ada di Perpusnas. Keberanian tampil di forum global juga dapat memberikan inspirasi,” katanya saat memberikan arahan pada Kamis, (14/8/2025).
Ia berpesan untuk membangun jejaring dengan siapapun yang akan mereka temui nanti, serta menjadikan kesempatan ini sebagai forum belajar, dan menyerap aspirasi dan inspirasi sebanyak-banyaknya.
Kepala Perpusnas juga mengingatkan para peserta untuk membawa nama Perpusnas dengan baik di kancah internasional dan untuk tetap percaya diri.
"Goodluck," ucapnya.
Reporter : Frista Maria
Dokumentasi : Sonia Adelina






