Kepala Perpusnas: Visi dan Ambisi Sehat, Kunci Penguatan Jenama Baru Pustakawan

Gallery image

Kepala Perpusnas: Visi dan Ambisi Sehat, Kunci Penguatan Jenama Baru Pustakawan

Jakarta- Dalam upaya membangun jenama baru pustakawan, baik secara personal maupun institusional, diperlukan tiga hal. Pertama, memiliki visi yang jelas. Kedua, pemahaman terhadap khalayak yang tepat sasaran. Ketiga, diwujudkan melalui aksi nyata yang terencana dan berkelanjutan.

Tiga hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, dalam dialog bersama pustakawan di lingkungan Kedeputian Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas pada hari Kamis, (15/1/2026).

“Visi adalah kondisi ideal atau tujuan jangka panjang dari sesuatu yang ingin kita capai.  Visi itu harus selalu jauh; sejauh mata memandang, seluas pikiran melayang. Visi harus memiliki makna, menjadi aspirasi kita untuk maju; sesuatu yang terngiang-ngiang dan menggelora di hati kita,” tuturnya.

Terkait pemahaman terhadap khalayak yang tepat sasaran, Aminudin menekankan pentingnya mengenali sasaran utama sebagai pustakawan yaitu pemustaka dan masyarakat luas. Menurutnya, pemahaman ini penting agar pesan yang ingin disampaikan mengenai peran, tugas, dan kontribusi pustakawan menjadi tepat sasaran.

Langkah berikutnya adalah membantu khalayak mencapai tujuannya melalui penyediaan konten dan pemanfaatan media yang tepat. “Melalui konten yang relevan dan media promosi yang tepat menjadi sarana untuk memperpanjang jangkauan jenama baru pustakawan kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, untuk mewujudkan visi diperlukan ambisi yang sehat. Menurutnya, ambisi sering dinilai negatif, namun sebenarnya ambisi adalah hasrat kuat untuk berprestasi terbaik.

“Tanpa ambisi, visi hanya akan berhenti sebagai wacana. Sebaliknya, ambisi tanpa visi akan kehilangan arah. Karena itu, keduanya harus berjalan beriringan dan diwujudkan melalui aksi nyata. Di sisi lain, karena orang lain juga punya ambisi kita harus siap berkompetisi. Berkompetisi harus dengan kompetisi yang sehat, jangan saling sikut atau saling menjelekkan. Itu tidak benar,” ungkapnya.

Visi dan ambisi yang sehat akan menghasilkan kemajuan yang bermakna dan berkelanjutan, karena memiliki tujuan yang ingin dicapai serta memiliki tahapan pelaksanaan.

Dalam kesempatan itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto menjelaskan bahwa capaian kinerja Kedeputian I sepanjang tahun 2025 antara lain, capaian realisasi anggaran yang mencapai 99,48% sementara capaian fisik mencapai 104,4%. “Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif dari seluruh jajaran di Kedeputian I,” jelasnya.

Selain itu, ia menyampaikan pula bahwa Kedeputian I telah meluncurkan sebuah inovasi layanan bernama Puspa Pemustaka merupakan singkatan dari Pustakawan Menyapa Pemustaka.

“Melalui Puspa Pemustaka, para pustakawan dijadwalkan melakukan sosialisasi kepada masyarakat umum setiap minggu. Kegiatan ini dikemas dalam 44 seri yang bertujuan mempromosikan berbagai layanan Perpusnas yang berada di bawah Kedeputian I,” jelasnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan, Indra Astuti, Kepala Pusat Bibliografi dan Pengolahan Bahan Perpustakaan, Supriyanto, Kepala Pusat Preservasi dan Alih Media Bahan Perpustakaan, Tri Luki Cahya Dini, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Yeri Nurita serta para pustakawan dan pegawai di Lingkungan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka Dan Jasa Informasi.

 

Reporter: Anastasia Lily

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Aditya Irfan F.

Galeri