Kerja Sama Strategis Perpusnas – RSL, Electronic Mobile Library (EML) untuk Literasi dan Budaya
Medan Merdeka Selatan, Jakarta— Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan Russian State Library (RSL) resmi menjalin kerja sama strategis melalui program Electronic Mobile Library (EML). Sebuah inisiatif yang bertujuan memperluas akses literasi digital dan memperkuat diplomasi budaya antara Indonesia dan Rusia. Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dilakukan di Gedung Layanan Perpusnas, Rabu (27/8/2025).
“Merupakan kebahagiaan bagi kami bahwa kita dapat melanjutkan, menindaklanjuti perjanjian yang telah kita buat di Rusia pada waktu itu,” ujar Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, merujuk kepada kesepakatan yang telah ditandatangani saat kunjungan ke Moskow, Juni 2024 lalu.
Pemutaran film Rusia yang digelar dua hari sebelumnya, juga menjadi salah satu bentuk implementasi dari kesepakatan tersebut.
Ia juga sangat mengapresiasi kontribusi RSL yang menandai persahabatan dan kolaborasi dengan Perpusnas secara khusus. “Kita pernah mendengar tentang From Russia with Love. Dan sekarang ini benar-benar terwujud dari Rusia. Mereka membawa buku dan tablet. Dan sebenarnya, ini lebih dari sekadar cinta bagi kami. Karena ini juga tentang ilmu pengetahuan, teknologi, dan wawasan,” tambahnya.
Program EML sendiri, diwujudkan dalam bentuk perangkat Tablet Samsung Galaxy Tab SE FE+ yang telah dilengkapi aplikasi khusus NDL Svet, berisi berbagai karya digital dalam bahasa Rusia, serta 40 buku fisik dalam bahasa inggris dan bahasa rusia, dan kartu memori 1TB berisi buku-buku digital rusia.
“Saya percaya bahwa hal ini akan membawa lebih banyak informasi, tentang sastra Rusia, sejarah, serta kehidupan sehari-hari masyarakat Rusia. Dan hal ini akan memungkinkan kita untuk meningkatkan saling pengertian antara negara kita, rakyat kita, dan perpustakaan kita,” ungkap Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Gennadievich Tolchenov.
Perangkat ini diberikan secara gratis untuk digunakan Perpusnas selama lima tahun, dengan kemungkinan diperpanjang, tanpa alih kepemilikan aset karena perangkat tetap menjadi milik RSL.
EML diharapkan tidak hanya mendukung literasi digital, tetapi juga mempromosikan bahasa, sastra, ilmu pengetahuan, dan budaya Rusia secara lebih inklusif serta memperkuat hubungan kedua negara dalam bidang kebudayaan.
Reporter : Frista Maria
Dokumentasi : Aditya Irfan






