Khazanah Pustaka Nusantara, Simpan Sistem Pengetahuan yang Kaya dan Lengkap

Gallery image

Khazanah Pustaka Nusantara, Simpan Sistem Pengetahuan yang Kaya dan Lengkap

 

Jakarta – Humas Perpusnas. menegaskan pentingnya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dan literasi bangsa tidak boleh berhenti pada slogan atau retorika nasionalisme semata. Menurutnya, khazanah pustaka Nusantara menyimpan sistem pengetahuan yang kaya dan lengkap, yang dapat menjadi fondasi untuk membawa Indonesia keluar dari post-colonial mindset, yakni cara berpikir yang terlalu bergantung pada teori dan epistemologi Barat.

 

“Pentingnya Perpusnas, pentingnya menjaga literasi bangsa, lebih dari sekadar retorika nasionalisme. Jarang sekali dibahas mengapa isinya itu sangat penting, karena mampu membawa Indonesia keluar dari apa yang disebut post-colonial mindset,” ucapnya pada Seminar Nasional yang digelar secara hibrida, Selasa (12/5/2026).

 

Ia menilai selama ini Indonesia masih dipandang dunia hanya sebagai negara eksotik dengan budaya dan tradisi, bukan sebagai penghasil ilmu pengetahuan. Padahal, banyak konsep pengetahuan lokal Nusantara yang memiliki keterkaitan dengan ilmu modern.

Bagus mencontohkan masyarakat Jawa yang sejak lama memahami hubungan antara Gunung Merapi, Laut Selatan, dan aktivitas alam sebagai satu kesatuan kosmologis. Menurutnya, konsep tersebut kini dapat dipahami dalam perspektif geologi dan mitigasi bencana modern.

“Orang Jawa sudah tahu bahwa raja sesungguhnya adalah alam itu sendiri,” katanya.

Selain budaya Jawa, Bagus juga menyinggung konsep Tritangtu dalam kebudayaan Sunda yang memandang alam sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia. Filosofi asah, asih, asuh disebutnya sebagai bentuk hubungan harmonis antara manusia dan alam yang relevan hingga saat ini.

Dalam kesempatan tersebut, Bagus turut mengapresiasi Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, yang sebelumnya menjabat Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, yang dinilainya konsisten menjaga bahasa daerah di Indonesia. Menurutnya, upaya pelestarian ratusan bahasa daerah merupakan bagian penting dalam menjaga pengetahuan lokal Nusantara yang selama ini banyak diwariskan secara lisan.

Bagus juga menegaskan bahwa Perpusnas memiliki peran strategis sebagai pusat pengetahuan dunia.

“Saya rasa Perpusnas harus memiliki anggaran yang paling besar, karena fungsinya adalah menjadi laboratorium dunia. Orang bisa datang ke Indonesia untuk bertanya dan mendapatkan jawabannya,” tegasnya.

Melalui paparannya, Bagus menyoroti pentingnya pelestarian khazanah pustaka Nusantara dan pengetahuan lokal yang selama ini menjadi bagian dari identitas dan literasi bangsa. Hal ini menurutnya juga sejalan dengan tema dari seminar ini yaitu Merawat Pustaka dan Memartabatkan Bangsa. ***(FM/Ed: BS/ Dok: AIF/AA)

 

Galeri