Kinerja Anggaran Jadi Sorotan, Perpusnas Gelar Bimtek Pengelolaan APBN 2026
Jakarta - Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terus memperkuat tata kelola anggaran melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan APBN Tahun Anggaran 2026. Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan capaian kinerja anggaran agar lebih efektif, akuntabel, serta mampu mendukung pencapaian target organisasi.
Dalam sambutannya, Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpusnas, Edi Wiyono menyampaikan bahwa Perpusnas menghadapi tantangan yang cukup besar pada tahun ini, terutama akibat penurunan anggaran yang signifikan. Meski demikian, kondisi tersebut tidak boleh menghambat pencapaian target kinerja organisasi.
“Tahun 2026 ini kita menghadapi tantangan yang cukup besar. Tantangan tersebut tidak hanya berasal dari kontraksi anggaran yang sangat signifikan, tetapi juga bagaimana kita dapat melakukan berbagai upaya bersama agar pencapaian kinerja output maupun kinerja anggaran pada tahun 2026 dapat lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,” ujarnya Selasa (9/6/2026).
Menurut Edi, terdapat sejumlah isu strategis yang perlu menjadi perhatian seluruh unit kerja, mulai dari percepatan pelaksanaan anggaran, peningkatan capaian output, hingga pemanfaatan sistem informasi terintegrasi untuk mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
Salah satu materi penting dalam bimtek ini adalah pengenalan aplikasi MyIntress. Dalam paparannya, Pembina Teknis Perbendaharaan Negara Penyelia Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Jakarta II, Undan menerangkan bahwa aplikasi MyIntress dikembangkan Kementerian Keuangan sebagai bagian dari implementasi satu data pengelolaan keuangan negara.
Melalui sistem tersebut, data pelaksanaan anggaran dapat tersaji secara lebih cepat, seragam, dan terintegrasi. “Dengan MyIntress, kita dapat memperoleh data yang lebih cepat, seragam, dan valid sebagai dasar pengambilan kebijakan. Ke depan tidak boleh ada lagi perbedaan data ketika digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan,” jelasnya.
Selain membahas pelaksanaan anggaran tahun berjalan, kegiatan ini juga menjadi momentum evaluasi terhadap Nilai Kinerja Anggaran (NKA) Perpusnas. Berdasarkan hasil pengukuran tahun 2025 yang dirilis pada 2026, Edi mengatakan bahwa Perpusnas memperoleh nilai 90,33 dengan kategori sangat baik. Namun demikian, capaian tersebut masih berada di bawah rata-rata nasional yang mencapai 93,16.
“Walaupun memperoleh nilai 90,33, secara nasional kita masih berada di bawah rata-rata nasional. Ini menjadi pekerjaan rumah yang harus kita perbaiki bersama,” katanya.
Edi menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memengaruhi penurunan nilai tersebut berasal dari aspek perencanaan anggaran, khususnya pada capaian indikator kinerja sasaran strategis. Oleh sebab itu, seluruh unit kerja diminta meningkatkan koordinasi, kedisiplinan pelaporan, serta kualitas perencanaan program.
Menurutnya, keberhasilan pengelolaan anggaran tidak hanya diukur dari tingginya serapan anggaran, tetapi juga dari kualitas hasil, kepatuhan terhadap ketentuan, dan ketercapaian output yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kita tidak hanya diukur dari penyerapan anggaran atau tercapainya output, tetapi juga dari kepatuhan terhadap seluruh aspek yang menjadi komponen penilaian kinerja anggaran,” pungkas Edi. (SA/Ed: BS/Dok: AA)
Galeri








