Kinerja Organisasi, Bentuk Refleksi dan Evaluasi Perpusnas
Jakarta-Humas Perpusnas. Memasuki pertengahan tahun anggaran, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mulai membaca kinerja organisasi sebagai bentuk refleksi dan evaluasi bersama.
Hal ini disampaikan Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpusnas, Taufik A. Gani, dalam apel pagi di lingkungan Perpusnas yang berlangsung secara daring, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan, Perpusnas perlu melihat kembali kinerja yang telah dilaksanakan, termasuk capaian, kendala, serta penyesuaian yang perlu dilakukan. “Kita semua tahu, Perpusnas sedang menghadapi situasi anggaran yang tidak ringan. Keterbatasan anggaran tidak serta merta berarti berhentinya kinerja. Kita perlu hadapi dengan cara kerja yang lebih adaptif,” ungkapnya.
Taufiq juga menegaskan pentingnya business continuity plan dalam menjaga keberlangsungan layanan dan kinerja Perpusnas. Dalam konteks Perpusnas, menurutnya konsep ini menjadi kebutuhan nyata agar layanan perpustakaan, indikator kinerja, dan mandat Rencana Strategis (Renstra) tetap berjalan meskipun kondisi tidak selalu ideal.
“Salah satu pelajaran dari situasi ini adalah pentingnya merancang kegiatan yang tidak sepenuhnya bergantung pada APBN. Tentu ini harus dipahami dengan hati-hati. Semua tetap harus sesuai aturan. Semua harus akuntabel. Semua harus berada dalam koridor tata kelola pemerintahan yang baik,” tegasnya.
Menutup amanatnya, Taufiq mengajak seluruh pegawai untuk menutup Semester I Tahun 2026 dengan tiga hal sederhana sebagai refleksi bersama, yaitu membaca capaian dengan jujur, membaca risiko dengan tenang, dan membaca peluang kolaborasi.
“Mari kita tutup Semester I Tahun Anggaran 2026 dengan sikap yang lebih jernih. Kita akui keterbatasan, tetapi tidak kehilangan tanggung jawab. Kita sesuaikan kegiatan, tetapi tetap menjaga mutu. Kita hemat anggaran, tetapi tidak mengurangi komitmen pelayanan,” pungkasnya. ***(GA/Ed.BS)






