KKN Tematik Literasi 2026 Perkuat Budaya Baca dan Kecakapan Literasi Masyarakat
Jakarta – Humas Perpusnas. Dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terus memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat melalui program KKN Tematik Literasi.
"Perwujudan Indonesia Emas tentu memerlukan modal insani sebagai pelaku sekaligus objek pembangunan. Oleh karena itu, literasi menjadi hal yang sangat penting karena melalui budaya baca dan kecakapan literasi masyarakat dapat berkembang," ujar Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar pada Pembekalan KKN Tematik Literasi Gelombang IV Tahun 2026, Kamis (16/7/2026).
Menurut Adin, capaian Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) masih menunjukkan adanya kesenjangan di berbagai daerah. Karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dan berkelanjutan dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi.
Ia juga menegaskan bahwa perpustakaan tidak lagi sekadar menjadi tempat menyimpan buku, tetapi menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, pengetahuan, dan inovasi masyarakat.
“Inilah wujud kolaborasi yang kita harapkan, perpustakaan benar-benar hadir, tidak hanya secara fisik, tetapi juga dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan kualitas hidup dan martabat bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Triani Rahmawati menyampaikan pelaksanaan KKN Tematik Literasi sebagai bentuk konkret kontribusi dunia pendidikan tinggi terhadap peningkatan literasi masyarakat, sekaligus tindak lanjut dari program bantuan buku bermutu yang telah disalurkan ke berbagai perpustakaan desa dan TBM pada tahun 2024 dan 2025.
Triani turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, khususnya pimpinan perguruan tinggi, para dosen, pustakawan, dinas perpustakaan daerah, Relawan Literasi Masyarakat dan mahasiswa peserta KKN yang akan menjadi ujung tombak perubahan di masyarakat.
“Kami yakin, dengan semangat kolaboratif dan dedikasi yang tinggi, program ini akan menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Sebanyak 1.605 mahasiswa dari 2 perguruan tinggi yang berada di Provinsi Sulawesi Tenggara dan Provinsi Jawa Barat, yakni Universitas Halu Oleo dan Universitas Swadaya Gunung Jati, bersama Dosen Pendamping Lapangan dan pustakawan, bergabung sebagai bagian dari gerakan literasi nasional.*** (NTK/ZDP/GAS/Ed:BS/Dok:ZDP)






