KKN Tematik Literasi Perkuat Peran Mahasiswa Bangun Budaya Baca Masyarakat
Jakarta-Humas Perpusnas. Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar menyampaikan mahasiswa tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di perguruan tinggi tetapi juga diharapkan menjadi teladan sekaligus penggerak budaya baca di tengah masyarakat.
“Kami berharap, mahasiswa sebagai generasi muda bisa menjadi role model pelaku penguatan budaya baca dan memberikan inspirasi kepada masyarakat. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya melakukan aksi-aksi nyata tetapi juga mengkolaborasikan kegiatan dan program-program literasi yang sudah ada di masyarakat,” urainya.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Pembekalan KKN Tematik Literasi Gelombang III yang berlangsung secara daring, Kamis (2/7/2026). Menurutnya, penguatan budaya baca dan kecakapan literasi menjadi salah satu faktor penting dalam menyongsong bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045.
“Pengetahuan dan literasi merupakan sebuah kekuatan yang dapat berdampak pada produktivitas, kreativitas, kesejahteraan hingga peningkatan sosial ekonomi masyarakat,” jelasnya.
Adin menjelaskan rendahnya budaya baca tidak dapat dilepaskan dari masih terbatasnya akses masyarakat terhadap buku dan layanan perpustakaan yang berkualitas. Oleh karena itu, Perpusnas bersama Kementerian Pendidikan Tinggi Saintek dan Teknologi mengembangkan KKN Tematik Literasi sebagai bagian dari program prioritas nasional.
Menurutnya kolaborasi berbagai pihak dalam memperkuat budaya baca dan meningkatkan kecakapan literasi masyarakat sangat penting dan dibutuhkan, tak terkecuali melalui program KKN Tematik Literasi.
Terkait konteks penguatan budaya baca dan literasi, Perpusnas melakukan transformasi terhadap fungsi perpustakaan. “Perpustakaan tidak lagi dimaknai hanya sebatas depositori pengetahuan atau meminjamkan, melestarikan buku semata tetapi perpustakaan hadir menjadi ruang dalam mengembangkan kreativitas dan inovasi masyarakat,” tutur Adin.
Di sisi lain, Perpusnas juga memperluas implementasi program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) yang menjadikan perpustakaan sebagai ruang pemberdayaan masyarakat dan mendukung penyelenggaraan Sekolah Rakyat melalui penyediaan perpustakaan beserta koleksi buku bacaan, anjungan digital, dan berbagai sarana pendukung lainnya.
Sementara itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan, Triani Rahmawati, memaparkan tujuan kegiatan Pembekalan KKN Tematik Literasi yang diikuti sebanyak 1.904 peserta, terdiri atas mahasiswa, dosen pembimbing lapangan dan koordinator perguruan tinggi dari Universitas Padjadjaran dan Universitas Lampung.
“Pembekalan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai tujuan dan kebijakan KKN Tematik Literasi, meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam merancang program literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, serta menyamakan persepsi mengenai mekanisme pelaksanaan, monitoring, evaluasi, dan pelaporan kegiatan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, Triani berharap seluruh peserta memiliki pemahaman yang sama mengenai tujuan strategi dan mekanisme pelaksanaan program sehingga mampu menghasilkan kegiatan literasi yang berdampak nyata bagi masyarakat dan bagi peningkatan budaya baca serta kecakapan literasi.*** (AL/Ed: BS/Dok: ATK)
Galeri







