Kolaborasi Jadi Kunci Penguatan Literasi di Jawa Barat
Bandung, Jawa Barat– Seluruh elemen masyarakat merupakan mitra strategis dalam upaya memperkuat budaya baca dan kecakapan literasi. “Peningkatan literasi tidak akan tercapai apabila hanya dilakukan oleh pemerintah tanpa model kolaborasi, kerja sama, dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Adin Bondar, dalam kegiatan Fasilitasi Penggerak Literasi di Provinsi Jawa Barat Tahun 2025 pada hari Kamis, (4/12/2025).
“Pemerintah dan Perpusnas berkolaborasi meningkatkan literasi di masyarakat kita. Jawa Barat menjadi satu lokus atau provinsi yang menurut hemat kami, partisipasi pegiat literasi dan Taman Baca Masyarakatnya (TBM) sangat produktif,” jelasnya.
Adin menekankan, kemampuan literasi menjadi hal yang fundamental dan esensial untuk membangun kesejahteraan masyarakat.
“Beberapa data, misalnya dari UNDP Literacy For Life menjelaskan bahwa kadar korelasi kecakapan literasi mempunyai kontribusi besar dalam peningkatan kualitas hidup, termasuk pada pengembangan kesejahteraan. Jadi, ketidakmerataan pendapatan di masyarakat bisa semakin kecil jika kecakapan literasi mereka meningkat,” urainya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, salah satu wujud kolaborasi yang terus diperkuat adalah program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Program ini terbukti meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan kreativitas, mengelola informasi, serta memanfaatkan potensi lokal untuk meningkatkan kesejahteraan.
Ia menambahkan, hingga saat ini TPBIS telah menjangkau sekitar delapan juta masyarakat, terutama kelompok rentan dan termarjinalkan.
“Melalui TPBIS, perpustakaan didorong menjadi ruang kreativitas dan inovasi, tidak hanya sebagai tempat membaca. Pendampingan yang dilakukan pengelola perpustakaan dan relawan literasi membantu masyarakat menemukan peluang ekonomi baru dari potensi lokal, mulai dari keterampilan hidup (life skills), penguatan usaha mikro, hingga literasi digital,” tuturnya.
Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca, Nurhadisaputra menjelaskan, kolaborasi antara Perpusnas dengan komunitas di masyarakat dimulai sejak 2024. Pada 2025, Perpusnas melaksanakan program Relawan Literasi Masyarakat (Relima) di mana hampir sebagian besar relawan yang terlibat adalah mereka yang sudah bergerak di Forum TBM.
“Tahun ini sudah ada sekitar 180 relawan yang bergabung. Pada 2026 mendatang, targetnya mencapai total 360 relawan yang nantinya tersebar di seluruh wilayah di level kabupaten kota,” jelasnya.
Keterlibatan sebagai Relima, lanjutnya, menuntut komitmen dan kinerja yang dapat dipertanggungjawabkan. Sebba, pada tahun 2025, ada beberapa relawan yang gugur karena tidak bisa membuktikan kinerja yang baik.
“Oleh karena itu, pada kegiatan hari ini ada ruang diskusi di mana kita semua bisa belajar mengenai tugas, kewajiban dan fungsi relawan. Relawan berperan menjadi motivator, menginisiasi masyarakat di wilayahnya untuk melakukan kegiatan literasi, serta mendampingi pengelola perpustakaan, atau TBM penerima bantuan Bahan Bacaan Bermutu secara optimal,” urainya.
Senada dengan Adin dan Nurhadi, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat, Kusmana Hartadji, menyampaikan literasi adalah gerakan bersama. “Pemenuhan literasi bukan hanya tugas pemerintah semata,” ujarnya.
“Kekuatan literasi dilandaskan berdasarkan kebersamaan, pemerintah hadir dengan mandat fasilitas dan juga dukungan kebijakan sementara komunitas hadir dengan semangat kerelawanan. Ketika dua elemen ini bersatu kita akan melahirkan gerakan yang tidak hanya luas jangkauannya tapi juga kuat fondasinya hingga masyarakat di tingkat yang paling bawah,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan strategi operasional sebagai program bersama antara pemerintah dengan komunitas, misalnya melaksanakan program kolaboratif, penerapan TPBIS, dan pendampingan intensif bagi penggerak literasi di lapangan.
Turut hadir dalam kegiatan ini, Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Forum TBM, Heni Wardatur Rohmah, Jurnalis sekaligus Ketua Divisi Media dan Publikasi Bidang Informasi dan Komunikasi TBM, Duddy RS, Peneliti Bahasa Pusat Riset Bahasa Sastra dan Komunitas BRIN, Darmawati Majid, Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Jawa Barat, Aam Siti Aminah, para pegiat literasi, pengelola perpustakaan dan komunitas TBM.
Reporter: Anastasia Lily & Fredy Ilafi
Editor: Dyah R. Sugiyanto
Dokumentasi: Tim Dokumentasi PAPPBB Perpusnas
Galeri








