Kolaborasi Perpusnas dan KPK Dorong Generasi Berintegritas
Medan Merdeka Selatan— Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terus memperkuat budaya literasi melalui salah satu program Penguatan Budaya Baca dan Kecakapan Literasi, yang tidak hanya berfokus pada kegiatan membaca tetapi juga mengembangkan kreativitas dan inovasi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, dalam kegiatan kolaborasi antara Perpusnas dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Inspektorat DKI Jakarta bertajuk Kampanye Antikorupsi Biasakan Yang Benar di Perpustakaan Nasional yang berlangsung di auditorium gedung layanan perpustakaan Perpusnas, Kamis (6/11/2025).
“Perpustakaan kini bertransformasi menjadi ruang kreativitas dan inovasi, bukan sekadar tempat membaca dan meminjam buku,” jelasnya.
Lebih lanjut, Suharyanto memotivasi para pelajar yang hadir untuk tidak hanya gemar membaca tetapi juga aktif menulis.
“Jangan hanya membaca, tetapi juga menulis. Hari ini saya ingin berbagi informasi mengenai satu buku karya Kepala Perpustakaan Nasional, Visi Anak Pasar Catatan Kecil Kehidupan E. Aminudin Aziz. Semoga buku ini menjadi inspirasi bagi adik-adik untuk menulis selain membaca,” tuturnya
Sementara itu, Inspektur Pembantu Wilayah Kota Administrasi Jakarta, Rianta Widya Amalia, menyampaikan Kegiatan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut atas hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) Pendidikan yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“Survei tersebut mengukur perilaku kejujuran dan nilai-nilai integritas melalui tiga indikator utama, yaitu karakter peserta didik, ekosistem pendidikan, serta tata kelola satuan pendidikan,” jelasnya.
Berdasarkan hasil survei KPK tahun 2024, lanjutnya, nilai SPI Pendidikan nasional mengalami penurunan dari 73,7 pada tahun 2023 menjadi 69,5 pada tahun 2024. Meski demikian, nilai SPI sektor pendidikan di DKI Jakarta tetap menunjukkan tren positif.
“Meski demikian, kita tidak boleh terlena ataupun terbawa arus suasana. Penurunan skor nasional menjadi pengingat bagi kita semua bahwa integritas dan kejujuran harus terus ditanamkan dan dibiasakan, terutama sejak usia sekolah,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan hasil analisis penurunan nilai SPI nasional dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor ukuran aktual dan metodologi survei. Namun, yang lebih penting adalah fakta bahwa perilaku kejujuran di masyarakat masih perlu diperkuat karena tidak semua orang memahami dan menerapkan makna sejati dari integritas.
Rianta menambahkan, Inspektorat Provinsi DKI Jakarta bersama dengan Dinas Pendidikan berkomitmen menanamkan nilai-nilai kejujuran sejak dini. “Kita ingin membentuk generasi muda yang berintegritas, karena masa depan bangsa ini berada di tangan para pelajar—calon pemimpin, pengusaha, dan ASN masa depan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menghimbau agar peserta yang hadir untuk semangat belajar dan membaca karena buku adalah jendela dunia dan dengan membaca dapat memperluas wawasan dan memperkuat nilai-nilai kepribadian.
Dalam kegiatan ini juga digelar gelar wicara menghadirkan narasumber Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz dan Direktur Sosialisasi dan Kampanye Antikorupsi KPK, Amir Arief. Turut hadir, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Yeri Nurita. Acara ini diikuti oleh 150 siswa dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dari berbagai sekolah di Jakarta.
Reporter: Anastasia Lily
Dokumentasi: Ahmad Kemal Nasution
Galeri








