Koleksi Baru Perpusnas :Tujuh Buku Narasi Besar Pembangunan Indonesia, Hibah Asisten Khusus Presiden

Gallery image

Koleksi Baru Perpusnas :Tujuh Buku Narasi Besar Pembangunan Indonesia, Hibah Asisten Khusus Presiden

Jakarta, Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerima hibah tujuh buku dari Asisten Khusus Presiden, Dirgayuza Setiawan dan Agung Gumilar. Buku tersebut diterima langsung oleh Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz di depan Rak Buku Jangkung Lantai 1, Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Perpusnas, Jumat (26/6/2026).

Bahan pustaka yang diberikan secara khusus tersebut, secara garis besar memuat tentang kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan. Buku Paradoks Indonesia & Strategi Transformasi Bangsa, Problem Solving Ala Prabowo Subianto: Presiden Solusi, Nilai Prabowo Apa Adanya, dan Kepemimpinan Militer, merupakan pemikiran mengenai transformasi bangsa. Melalui pemikiran strategis mengenai kemandirian ekonomi, penguatan sumber daya manusia, serta pengelolaan potensi nasional.

Sedangkan buku berjudul Taste of Nusantara 80 Bhayangkara Menu For Indonesia's Free Nutritious Meals Program, Rasa Bhayangkara Nusantara Kumpulan Resep 80 Menu MBG Terbaik, dan Pangan Biru MBG, mencerminkan pemanfaatan kekayaan nusantara untuk ketahanan pangan dan gizi nasional. Buku-buku tersebut bercerita tentang budaya kuliner, sumber daya alam, maupun kekuatan maritim sebagai modal pembangunan yang berkelanjutan  melalui pengembangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), diversifikasi pangan lokal, serta optimalisasi sumber daya kelautan.

Pemberian ketujuh buku tersebut melengkapi koleksi Perpunas yang dapat dipahami sebagai rangkaian bacaan narasi besar pembangunan Indonesia. 

 

Pada kesempatan itu, Kepala Perpusnas menyampaikan bahwa Indonesia saat ini, lanjutnya juga terus mengajukan berbagai naskah ke dalam program Memory of the World UNESCO. Delapan naskah telah berhasil masuk dalam daftar tersebut, di antaranya Babad Diponegoro, Naskah Panji, dan La Galigo. Saat ini Perpusnas juga tengah mengajukan naskah Syekh Yusuf al-Makassari bersama Afrika Selatan. 

 

Ia menambahkan, gerakan literasi di desa semakin semarak. Hal ini dikarenakan keterlibatan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) yang bekerja secara sukarela.

 

Kepala Perpusnas menyebutkan, dalam kurun Waktu dua tahun terakhir Perpusnas telah menyalurkan 1.000 buku ke 10.000 desa. “Tak hanya itu, bantuan juga diberikan pada sekitar 2.700 Taman Bacaan Masyarakat (TBM), meskipun jumlah TBM yang tersebar di Indonesia mencapai 4.800 TBM, sehingga masih ada 2.100 TBM yang belum mendapatkan bantuan,” rincinya. "Kami juga memberi bantuan buku ke puskesmas namun baru menjangkau sekitar 500 dari lebih dari 11.000 puskesmas yang ada," tambahnya. (WM/Ed: DRS/Dok: AIF)

Galeri