Koleksi Perpustakaan Dukung Transformasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan

Gallery image

Koleksi Perpustakaan Dukung Transformasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan

Jakarta - Humas Perpusnas. Melalui penguatan literasi dan akses pengetahuan, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendorong transformasi teknologi pertanian menuju mekanisasi. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan Diskusi dan Bedah Koleksi yang dirangkaikan dengan pameran tematik transformasi teknologi pertanian.

 

Kegiatan bertema “Transformasi Teknologi Pertanian Konvensional Menuju Mekanisasi” ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, Selasa (24/2/2026). Kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara Perpusnas dan Kementerian Pertanian RI melalui Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian sebagai tindak lanjut Program Bakti Perpustakaan. Acara ini juga menjadi bagian dari seri ke-9 dari 44 seri kegiatan Puspa Pemustaka (Pustakawan Menyapa Pemustaka).

 

Ia menegaskan bahwa transformasi teknologi pertanian berkelanjutan dapat terwujud melalui pengetahuan dan informasi dengan dukungan koleksi perpustakaan. “Literasi dan akses terhadap pengetahuan menjadi faktor strategis dalam mewujudkan inovasi teknologi pertanian yang berkelanjutan.”

 

Ia menyebutkan ada 230 juta masyarakat Indonesia telah terhubung dengan internet. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi penguatan ekosistem informasi, termasuk di sektor pertanian. “Transformasi mekanisasi tidak hanya membutuhkan alat dan mesin, tetapi juga membutuhkan transfer pengetahuan yang sistematis, terdokumentasi, dan mudah diakses,” tambahnya.

 

Menurutnya, Perpusnas sebagai lembaga pembina perpustakaan dan pengelola khazanah pengetahuan bangsa, bertanggung jawab memastikan sumber-sumber strategis tersedia dan terkelola dengan baik. Saat ini, Perpusnas memiliki 12.241 judul buku tentang pertanian serta 452 judul koleksi khusus mengenai teknologi pertanian.

 

“Angka ini menunjukkan sektor pertanian menjadi penting dalam pembangunan koleksi nasional, sekaligus bagian integral bagi pembangunan bangsa,” ucapnya.

 

Namun demikian, ia menekankan bahwa koleksi tidak akan bermakna tanpa pengelolaan yang baik oleh pustakawan dan pemanfaatan optimal oleh pemustaka. “Sektor pertanian tidak hanya bergerak pada tataran produksi, tetapi juga aktif dalam produksi pengetahuan,” ujarnya.

 

“Apabila transformasi mekanisasi pertanian berjalan seiringan dengan penguatan literasi dan diseminasi pengetahuan maka kita tidak hanya membangun sektor pertanian yang produktif tetapi juga membangun masyarakat yang cerdas, adaptif, dan berdaya saing,” pungkasnya.

 

Kepala Balai Besar Perpustakaan dan Literasi Pertanian Kementerian Pertanian RI, Eko Nugroho Dharmo Putro, menyampaikan pentingnya literasi pertanian untuk mewujudkan Asta Cita ke-2 Presiden dan Wakil Presiden, yaitu swasembada pangan. “Kita berkolaborasi memberikan informasi yang dibutuhkan untuk para penyuluh di lapangan, sehingga di dalam penugasannya bisa menerapkan teknologi terbaru maupun literasi yang diberikan,” ucapnya.

 

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber Atikah, Pustakawan Ahli Madya Perpusnas, yang memaparkan Koleksi Klasika Perpusnas, serta Joko Pitoyo, Pengawas Alat dan Mesin Pertanian Madya Kementerian Pertanian RI, yang menjelaskan perkembangan teknologi pertanian hingga peran mekanisasi pertanian di Indonesia. *** (SA/Ed: DRS/AIF)

Galeri