Kota Literasi, Mimpi Kota Salatiga

Gallery image

Kota Literasi, Mimpi Kota Salatiga

Jakarta-Humas Perpusnas. Kota Salatiga bermimpi tinggi untuk menjadi kota literasi di masa mendatang. Hal ini terbukti dari inovasi-inovasi yang hingga saat ini dilakukan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dinpersip) Kota Salatiga seperti SiNiSa dan Kafe Hening.

 

Ketua DPRD Kota Salatiga, Dance Ishak Palit mengatakan dalam kunjungan kerjanya ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Rabu (20/5/2026) bahwa SiNiSa (Literasi Dini Salatiga) merupakan sebuah program yang dihadirkan untuk membangun budaya membaca anak sejak usia di bawah lima tahun hingga enam tahun.

 

“Sedangkan Kafe Hening Salatiga merupakan bentuk aktualisasi dari kelas literasi dalam program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS), yang digawangi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Salatiga dengan melibatkan Komunitas Sahabat Tuli,” katanya.

 

Menurut Dance, kedua program inovasi ini hanya bisa dilakukan oleh perpustakaan. Akan tetapi pada pertemuan ini, ia tetap mengharapkan kerja sama lain bersama Perpusnas dan arahan terkait upaya yang bisa dilakukan dengan menggandeng media massa untuk mengembangkan dan membangun Kota Salatiga menjadi Kota Literasi.

 

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Adriati Zen menyampaikan ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk menjalankan kerja sama dalam rangka memartabatkan bangsa, salah satunya berbentuk kegiatan nonfisik.

 

“Untuk kegiatan nonfisik bentuknya yaitu pendidikan dan pelatihan pengelolaan perpustakaan sekolah, kota/kabupaten, khusus seperti perpustakaan rumah ibadah, dan termasuk juga TBM. Di tengah efisiensi yang terjari, kegiatan nonfisik ini dapat tetap berjalan secara daring,” jelasnya.

 

Adapun peran media massa dalam upaya menjadikan Kota Salatiga menjadi Kota Literasi, bagi Adriati, ialah dengan menyuarakan dan memberitakan informasi terkait program, inovasi, maupun koleksi yang dimiliki oleh perpustakaan daerah Kota Salatiga.

 

“Dengan demikian, masyarakat dapat terinformasikan dengan baik bahwa sumber informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan isinya hanya ditemukan di perpustakaan daerah Kota Salatiga. Selain koleksi cetak maupun digital, banyak juga kegiatan lain yang dapat dilakukan di sana,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Plt. Kepala Biro Hukum, Organisasi, Kerja Sama, dan Hubungan Masyarakat, Budi Kusuma Wardani menambahkan langkah-langkah yang dilakukan Perpusnas dalam penguatan komunikasi dan media relations. Ia berharap praktik ini dapat diadaptasi di Pemerintah Daerah Kota Salatiga.

 

“Kami menjalin hubungan aktif dan kolaboratif dengan media nasional maupun daerah melalui siaran pers, media briefing, doorstop, wawancara, dan media visit. Kami juga memfasilitasi publikasi berbagai program strategis Perpusnas melalui media massa, media digital, dan media sosial,” terangnya.

 

Budi juga menekankan bahwa eksposur positif Perpusnas tetap dijaga di tengah efisiensi melalui pendekatan kolaboratif dan earned media. Terakhir, ia juga menegaskan bahwa Perpusnas mengoptimalkan publikasi tanpa ketergantungan pada kegiatan seremonial berbiaya tinggi.*** (BS/Dok: AA)

Galeri