Lakukan Dialog Kinerja Tahap II, Kepala Perpusnas Tekankan Kebermanfaatan Kinerja Pustakawan

Gallery image

Lakukan Dialog Kinerja Tahap II, Kepala Perpusnas Tekankan Kebermanfaatan Kinerja Pustakawan

Jakarta - Humas Perpusnas, Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) kembali menggelar Dialog Kinerja bersama Pustakawan Tahap II di lingkungan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz, di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Dialog Kinerja Tahap II merupakan kelanjutan dari dialog kinerja tahap pertama yang dilaksanakan pada Kamis (15/1/2026). Pada pertemuan sebelumnya, Kepala Perpusnas menekankan pentingnya penguatan peran pustakawan melalui kejelasan visi, pemahaman terhadap pemustaka, serta implementasi aksi nyata dalam mendukung layanan dan jenama profesi pustakawan.

Tahap kedua ini dilaksanakan untuk memperluas partisipasi pustakawan, khususnya bagi pegawai di lingkungan deputi layanan yang belum dapat mengikuti pertemuan sebelumnya. Hal ini mengingat karakter kedeputian yang menangani layanan sehingga tidak seluruh pegawai dapat hadir dalam satu waktu.

Kepala Perpusnas menjelaskan bahwa pelaksanaan dialog tahap II sempat mengalami penyesuaian jadwal. Namun, jeda waktu tersebut justru dimanfaatkan untuk melihat sejauh mana tindak lanjut nyata dari dialog tahap pertama. “Yang perlu kita evaluasi ada dua hal. Pertama, apakah pesan yang kita sampaikan benar-benar tersampaikan, bukan sekadar terkirim. Kedua, apakah program yang dijalankan itu benar-benar bermanfaat,” tegasnya.

Menurutnya, evaluasi kinerja tidak harus rumit, tetapi perlu dilakukan secara terukur. Salah satunya melalui survei singkat kepada pemustaka atau peserta kegiatan sebagai bentuk umpan balik terhadap kebermanfaatan program yang telah dilaksanakan.

Dalam dialog tersebut, Aminudin juga menegaskan bahwa forum dialog kinerja dibangun sebagai ruang komunikasi dua arah. “Forum ini saya jadikan sebagai forum dialog, bukan monolog. Ini saatnya saya mendengar apa yang dipikirkan oleh teman-teman semua,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa budaya dialog menjadi kebutuhan dalam birokrasi yang mengelola pengetahuan. “Kita bukan institusi militer yang hanya mengenal perintah. Kita berada di birokrasi yang mengelola pengetahuan dan pemikiran, sehingga dialog menjadi kebutuhan,” katanya.

Lebih lanjut, Aminudin menyampaikan harapannya agar dialog kinerja ini dapat menjadi ruang refleksi dan pemantik peningkatan kinerja. “Harapannya, ketika kita menutup pertemuan ini, ada inspirasi tentang bagaimana kita bisa berbuat lebih baik dari apa yang sudah kita lakukan selama ini,” pungkasnya.

Dialog Kinerja Tahap II tersebut menjadi penutup rangkaian dialog Kepala Perpusnas dengan pustakawan di lingkungan Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, sebelum dialog serupa dilanjutkan dengan kelompok pegawai lainnya di lingkungan Perpusnas.

Kegiatan ini diikuti oleh para pustakawan dan pimpinan unit kerja di lingkungan Kedeputian Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, serta dipandu oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto. *** (AKN/Ed.DRS/Dok.AA)

Galeri