Layanan Perpustakaan di Kabupaten Bangka Tengah Butuh Pendampingan Perpusnas

Gallery image

Layanan Perpustakaan di Kabupaten Bangka Tengah Butuh Pendampingan Perpusnas

Jakarta-Humas Perpusnas. Memiliki garis pantai terpanjang di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah privilese bagi Kabupaten Bangka Tengah. Akan tetapi, kondisi tersebut justru memaksa pemerintah daerah bersangkutan untuk selalu berinovasi dalam memberikan layanan perpustakaan berkualitas kepada masyarakatnya.

Wakil Bupati Bangka Tengah, Efrianda menyampaikan bahwa sarana motor perpustakaan keliling sangat dibutuhkan. Hal itu mengingat kondisi geografis wilayahnya yang hanya dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua.

“Dengan adanya motor perpustakaan keliling, diharapkan dapat menjangkau masyarakat yang berada di wilayah terpencil yang tidak dapat diakses kendaraan roda empat,” terangnya Jumat (27/2/2026).

Selain itu, Efrianda menilai pendampingan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) sangat diperlukan. Ia berharap adanya peningkatan akreditasi dan mendorong inovasi layanan perpustakaan.

“Kami berharap adanya pendampingan untuk peningkatan akreditasi perpustakaan yang saat ini masih dalam kategori C. Kami juga memerlukan dukungan bahan bacaan bermutu serta akses terhadap e-journal atau e-book karena sebagian besar pengunjung adalah mahasiswa,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas, Adin Bondar menjelaskan Perpusnas akan melakukan kebijakan relaksasi akreditasi bagi perpustakaan. Akreditasi dilakukan pada perpustakaan yang belum terakreditasi maupun yang masa akreditasinya telah berakhir.

“Tahun ini kami mungkin akan melakukan relaksasi akreditasi. Namun demikian, prosesnya tetap harus dilakukan secara sungguh-sungguh dengan memenuhi potret enam komponen penilaian akreditasi,” ujarnya.

Dalam pengembangan layanan digital, Adin menekankan pentingnya interoperabilitas dan interkoneksi sistem. “Saat ini, Perpusnas berlangganan sekitar 32 penyedia e-jurnal yang dapat diakses melalui website dan dimanfaatkan oleh perguruan tinggi, perpustakaan provinsi, sekolah dan lainnya,” ungkapnya.

Terkait dukungan motor perpustakaan keliling, Adin menjelaskan bahwa untuk saat ini belum tersedia. Kendati demikian, Perpusnas terus berkomitmen dalam meningkatkan budaya baca dan kecakapan  literasi meskipun menghadapi tantangan efisiensi anggaran.*** (AL/Ed:BS,DRS/Dok:ATK)

Galeri