Lestarikan Identitas Bangsa, Perpusnas Lestarikan 280 Koleksi Sejarah

Gallery image

Lestarikan Identitas Bangsa, Perpusnas Lestarikan 280 Koleksi Sejarah

Jakarta-Humas Perpusnas. Bahasan dalam Webinar Nasional PUSPA Seri ke-38  semakin menegaskan bahwa Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas)  terus memperkuat literasi sejarah sebagai bentuk pelestarian identitas bangsa. Kegiatan yang bertema ‘Penguatan Literasi Sejarah, Identitas Kota Pusaka, dan Diplomasi Budaya Nusantara,’ tersebut diselenggarakan secara daring pada Kamis, (6/8/2026).

 

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto mengatakan, Perpusnas turut melestarikan identitas bangsa dengan mengoptimalkan 280 koleksi sejarah Ternate. Upaya lainnya, menurutnya, adalah memperluas akses masyarakat melalui digitalisasi naskah dan platform layanan perpustakaan digital.

 

Koleksi tentang Ternate yang dimiliki Perpusnas terdiri dari buku, majalah, surat kabar, lukisan, foto, naskah kuno. Suharyanto mengatakan, koleksi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, peneliti dan generasi muda untuk riset, edukasi, dan memperkuat Kota Ternate sebagai Kota Pusaka.

 

“Koleksi yang sangat berharga ini kami jaga dan lestarikan sebagai ingatan kolektif bangsa. Sebagian koleksi juga sudah kami lakukan digitalisasi dan dapat diakses secara online melalui portal Khastara,” ungkapnya.

 

Tak hanya itu, lanjutnya, sebagai wujud komitmen penguatan literasi, sepanjang tahun 2020 sampai 2025, Perpusnas Press telah menghasilkan tujuh buku yang dapat diakses secara terbuka dan dapat diunduh oleh masyarakat.

 

Ketujuh buku tersebut yaitu, Supremasi Ternate dalam Naskah Surat Keputusan (2025), Wacana Kolonial Pada Naskah Arsip Ternate (2024), Alih Aksara Undang-Undang Ternate (Peti 113 8/20 a-b) (2022), Alih Aksara Naskah Arsip Sultan Ternate (Peti 113 H) (2022), Alih Aksara Naskah Arsip Sultan Ternate (Peti 113 A) (2022), Alih Aksara Perjanjian Ternate (Peti 113 8/13, Peti 113/83b, Petu 113 8/11, dan Peti 8/9) (2022), serta Kajian Deskriptif Naskah Arsip - Arsip Sultan Ternate Koleksi Perpustakaan Nasional RI (2020).

 

Suharyanto merinci, Perpusnas saat ini memiliki 3,6 juta judul koleksi yang terdiri dari 2,2 juta koleksi cetak dan 1,4 juta koleksi digital. 

 

“Kami percaya bahwa koleksi fisik naskah kunp adalah sumber informasi yang otentik, namun di era digital saat ini, aksesibilitas melalui platform seperti Khastara, iPusnas dan Indonesia One Search menjadi kunci agar literasi sejarah Ternate dapat menjangkau masyarakat hingga ke pelosok daerah” imbuhnya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Ternate, Rizal Marsaoly, mengatakan, sejarah membuktikan bahwa Ternate telah lama menjadi simpul perdagangan, diplomasi, dan pertemuan berbagai budaya dunia. Warisan tersebut bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan identitas yang membentuk karakter masyarakat ternate dan harus dijaga serta diwariskan pada generasi mendatang.

 

“Oleh karena itu, penguatan literasi sejarah menjadi sangat penting. Sebab bangsa yang besar adalah bangsa yang mengenal dan menghargai sejarahnya,” katanya.

 

Menurutnya, perpustakaan dan pustakawan memiliki peran yang strategis sebagai pusat pengetahuan, ruang pembelajaran sepanjang hayat, sekaligus penjaga memori kolektif bangsa. “Maka, sejarah dan warisan Kota Ternate akan terus hidup serta menginspirasi generasi saat ini dan yang akan datang,” ungkapnya.

 

Ia menambahkan, tema webinar ini sangar selaras dengan tema Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) Tahun 2026 yakni mengembalikan kejayaan Ternate sebagai pusat perdagangan rempah dunia. (WM,K,N/Ed: DRS)

Galeri