Lestarikan Naskah Kuno, Perpusnas Perkuat Peran Masyarakat

Gallery image

Lestarikan Naskah Kuno, Perpusnas Perkuat Peran Masyarakat

Jakarta– Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), akan memberikan bantuan teknis kepada masyarakat pemilik naskah kuno dalam upaya perawatan dan pelestarian koleksi mereka. Hal tersebut disampaikan Kepala Perpusnas, E, Aminudin Aziz pada taklimat media jelang rangkaian kegiatan Merawat Ingatan Kolektif Bangsa pada hari Senin, (21/9/2026).

 

Aminudin menilai masyarakat pemilik naskah kuno yang berinisiatif merawat, melestarikan, dan memanfaatkan naskah secara lebih luas tidak hanya sekadar merawat naskah semata tetapi juga memiliki peran yang esensial dalam merawat peradaban.

 

“Kami memberikan beberapa macam bantuan teknis dari para ahli naskah seperti misalnya mendeteksi tingkat kerusakan suatu naskah serta cara bagaimana suatu naskah dipreservasi dengan bantuan alat-alat kimia agar tetap lestari, tidak lapuk dan rapuh,” tuturnya.

 

Tidak hanya itu, Aminudin menambahkan bantuan teknis yang berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) non Fisik juga diberikan pada tahap selanjutnya, yaitu proses digitalisasi naskah kuno.

 

“Kami mendapat bantuan pelatihan tenaga ahli dari Amerika mengenai cara digitalisasi naskah dengan menggunakan alat yang tersedia di sekitar kita, yaitu dengan kamera. Kemudian, bagaimana mentransfernya menjadi bentuk digital. Bukan hanya naskah yang berbahan kertas, termasuk juga yang berbahan bambu, yang bentuknya tiga dimensi,” urainya.

 

Terkait pemanfaatan teknologi akal imitasi (AI) dalam pelestarian naskah kuno, Aminudin menjelaskan bahwa saat ini salah satu pegawai di unit Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) sedang mengembangkan algoritma sebuah aplikasi yang memungkinkan untuk mendeteksi tingkat kerusakan naskah kuno yang disebabkan oleh tinta, kelembaban, ataupun jamur.

 

“Kalau sekarang ini secara manual, penilaian dari setiap orang bisa berbeda. Ada yang menilai tingkat kerusakannya sekian persen, padahal bisa lebih tinggi atau lebih rendah. Kalau AI ini cukup konsisten. Sehingga kami akan terus mendorong pemanfaatan AI ini dalam upaya pelestarian naskah kuno,” jelasnya.

 

Selain itu, Aminudin juga membahas adanya alokasi anggaran perpusnas untuk tahun depan untuk kembali mengadakan program bantuan bacaan bermutu. Ia menjelaskan, lokus program tersebut tetap sebanyak 10.000, sebagaimana pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya.

 

“Lokusnya tetap 10 ribu tapi jumlah bukunya tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Tahun lalu dan tahun sebelumnya kan seribu buku. Nah, tahun depan mungkin antara 400–500 buku, maksimal di angka 750 buku. Tapi daripada tidak ada, lebih baik 400–500 ini kita sediakan,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan, Suharyanto memaparkan beberapa program yang dilakukan unit Pusat Jasa Informasi dan Pengelolaan Naskah Nusantara dalam upaya meningkatkan literasi masyarakat.

Dirinya menyebut Program Puspa Pemustaka atau Pustakawan Menyapa Pemustaka sebagai salah satu contoh. Program tersebut dilaksanakan setiap minggu dengan menghadirkan berbagai kegiatan yang dipandu oleh pustakawan.

“Salah satu edisi Puspa Pemustaka membahas terkait konservasi dan digitalisasi naskah. Program ini kami jalankan di Perpustakaan Nasional. Saat ini sudah masuk seri ke-43 dari target 44 seri. Jadi meskipun sudah hampir memenuhi target, tetap akan terus kami jalankan,” jelas Suharyanto.

 

Selain Puspa Pemustaka, Suharyanto menyebutkan adanya Kelas Aksara yang ditujukan bagi masyarakat umum dan dilaksanakan setiap Sabtu dan Minggu. Program tersebut kini berkembang menjadi Kelas Membaca Aksara.(AL/Ed:DRS/Dok:KN).

 

Galeri