Literasi, Kunci Kemerdekaan untuk Generasi Mendatang
Salemba, Jakarta - Hidupkan, hidupkan – semangat elang rajawali itu, dan kamu sekalian, kita sekalian akan merdeka, MERDEKA di dalam arti yang seluas-luasnya!
Demikian disampaikan Pustakawan Ahli Utama Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Woro Titi Haryanti, mengutip pidato ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia tahun 1949 oleh Bung Karno, saat membuka kegiatan apel pagi, Senin (11/8/2025).
Ia menyampaikan bahwa perjuangan meraih kemerdekaan belum usai dan harus diisi dengan segala upaya melalui karya ilmu pengetahuan dan budi pekerti dengan kecakapan literasi yang memadai.
“Dengan literasi kita dapat memilah informasi yang benar dan mampu memahami, menganalisis, dan mengolah informasi secara komprehensif. Kita mampu berpikir secara kritis, sehingga kita dapat membuat keputusan yang lebih baik, bijaksana, dan dapat memecahkan masalah secara efisien dan efektif, untuk menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi bangsa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Woro menjelaskan bahwa literasi adalah tameng dari ancaman informasi dan perpecahan, serta jembatan menuju kemajuan ekonomi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. “Dan literasi adalah kunci agar kemerdekaan yang kita nikmati hari ini tetap bermakna bagi generasi mendatang. Oleh karena itu marilah kita jadikan bulan Agustus ini sebagai momentum untuk memperkuat budaya literasi di keluarga, sekolah, tempat kerja, dan di masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa kecakapan literasi harus dimiliki oleh semua orang, termasuk seluruh pegawai Perpusnas yang menjadi garda terdepan dalam membangun birokrasi yang adaptif, bersih, transparan, akuntabel, kompeten, dan juga harmonis. “Dengan literasi akan membawa bangsa kita menuju cita-cita luhur Indonesia yang berdaulat, maju, adil dan makmur, serta meningkatkan martabat bangsa kita.” imbuhnya.
Menutup amanatnya, Woro menyampaikan kembali dua kutipan pidato ulang tahun Proklamasi Kemerdekaan Indonesia oleh Bung Karno.
Kebesaran dan kebahagiaanmu tidak lagi di tangan keluhuranmu yang telah mangkat, kebesaran dan kebahagiaanmu adalah di dalam tanganmu sendiri, dan itu pun: di dalam tanganmu sendiri yang berjoang, di dalam tanganmu yang menyala-nyala dengan Apinya Cipta. - disampaikan Bung Karno dalam pidato 17 Agustus 1958
Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah, never leave history! Jangan sekali-kali meninggalkan sejarahmu sendiri – never, never leave your own history. - disampaikan Bung Karno dalam pidato 17 Agustus 1966.
Reporter: Gilang Arwin Saputri
Dokumentasi: Alditta Khoirun Nisa






