Melalui ‘SAKEDAP’, Perpusnas Perkuat Tata Kelola Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam

Gallery image

Melalui ‘SAKEDAP’, Perpusnas Perkuat Tata Kelola Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam

Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) terus memperkuat layanan publik melalui pengembangan sistem digital yang stabil, aman, dan berkelanjutan guna menjawab tantangan pengelolaan serah simpan karya cetak dan karya rekam. Perpusnas melakukan modernisasi layanan melalui penguatan sistem digital. Sistem Aplikasi Elektronik Deposit Aman dan Praktis (SAKEDAP) sebagai salah satu solusi. Aplikasi ini merupakan portal nasional yang mendukung proses unggah, verifikasi, pencatatan, dan pemantauan kewajiban serah simpan, baik analog maupun digital.

 

Jakarta, 21 Januari 2026- Direktur Deposit dan Pengembangan Koleksi Perpustakaan Perpusnas, Indra Astuti menyampaikan, dalam satu tahun, Perpusnas menerima sekitar 315 hingga 360 ribu koleksi melalui serah simpan. Angka tersebut diperoleh dari sejumlah pelaksana serah yang mencapai sekitar 26 ribu di seluruh Indonesia.

Namun demikian, masih terdapat sejumlah tantangan di lapangan, antara lain integrasi data yang belum sepenuhnya menyatu, proses layanan yang belum seragam antar pelaksana serah dan pelaksana simpan, beban administratif yang berulang, serta keterbatasan mekanisme pemantauan kepatuhan secara nasional. Hal ini menegaskan pentingnya dukungan infrastruktur sistem yang stabil, aman, dan berkelanjutan.

Karena itu, Perpusnas melalui Kedeputian Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi menggelar kegiatan Diseminasi Informasi Aplikasi SAKEDAP pada Rabu, (21/1/2026). Aplikasi ini dibangun guna memperkuat tata kelola Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR) secara nasional berbasis digital sebagai fondasi pelestarian pengetahuan bangsa.

Pada Tahun Anggaran 2025, lanjutnya, Perpusnas melakukan pengembangan dan penyempurnaan aplikasi e-Deposit SAKEDAP sejalan dengan kebijakan pendataan satu pintu hasil serah simpan serta standar pengelolaan koleksi serah simpan.

“Pola literasi masyarakat bergerak semakin cepat ke arah digital, khususnya Generasi Z dan Generasi Alpha sebagai generasi digital-native. Hal ini mendorong produksi dan konsumsi karya rekam digital. Kondisi tersebut menuntut penguatan tata kelola serah simpan yang lebih adaptif,” jelasnya.

“Aplikasi ini diarahkan menjadi alat kerja strategis yang mendorong proses serah simpan lebih tertib, terdokumentasi, mudah dipantau, dan menghasilkan data yang dapat dimanfaatkan untuk evaluasi dan pengambilan keputusan,” jelasnya.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Utama Perpusnas, Adriati, memaparkan sistem pendataan satu Pintu KCKR adalah sistem atau sarana elektronik terpadu yang diselenggarakan oleh Perpusnas untuk mengintegrasikan seluruh proses pendataan hasil Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam (SSKCKR).

“Sistem ini juga akan mendorong keseragaman data hasil serah simpan Karya Cetak dan Karya Rekam sekaligus meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan serah simpan Karya Cetak dan Karya Rekam tersebut,” jelasnya. “Melalui aplikasi SAKEDAP pelaksana serah simpan dapat menyerahkan karya terbit, baik ber-ISBN maupun non-ISBN secara terintegrasi,” pungkasnya.

 

Reporter: Anastasia Lily

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Frista Maria

 

Galeri