Melalui ‘Seni Merayu Tuhan’, Perpusnas Dukung Industri Kreatif untuk Perkuat Literasi Perfilman

Gallery image

Melalui ‘Seni Merayu Tuhan’, Perpusnas Dukung Industri Kreatif untuk Perkuat Literasi Perfilman

Jakarta. Humas Perpusnas— Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menegaskan komitmennya dalam memperkuat kolaborasi antara ekosistem literasi dan industri kreatif perfilman. Dukungan itu dibuktikan melalui peluncuran trailer dan poster film ‘Seni Merayu Tuhan’ pada Kamis (2/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa karya berbasis literasi dapat berkembang menjadi karya sinema yang menjangkau masyarakat lebih luas.

 

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto menjelaskan, film ‘Seni Merayu Tuhan’ diadaptasi dari buku dengan judul yang sama karya Habib Husein Ja'far Al-Hadar. Buku tersebut diterbitkan pada tahun 2019, menjadi contoh bagaimana karya literasi dapat berkembang menjadi kekayaan intelektual (intellectual property/IP) yang melahirkan berbagai karya kreatif.

 

“Di sinilah ekosistem literasi bertemu dengan ekosistem ekonomi kreatif. Ketika budaya membaca tumbuh, lahirlah gagasan. Ketika gagasan dikembangkan melalui proses kreatif, lahirlah karya. Dan ketika karya memperoleh ruang apresiasi, tumbuh pula industri kreatif yang memberikan nilai tambah bagi bangsa," ujarnya.

 

Menurutnya, dalam banyak karya sinema, perpustakaan digambarkan sebagai ruang tempat tokoh menemukan pengetahuan, menyusun gagasan, melakukan penelitian, hingga menemukan jawaban yang mengubah jalan cerita. 

 

“Hal tersebut mengajarkan kepada kita bahwa semakin tinggi penghargaan suatu masyarakat terhadap ilmu pengetahuan, semakin kuat pula fondasi kebudayaan dan daya saing bangsa tersebut,” tuturnya.

 

Suharyanto menjelaskan, Perpusnas terus bertransformasi menjadi ruang publik yang terbuka, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Selain menyediakan  jutaan koleksi tercetak dan digital, Perpusnas menghadirkan berbagai layanan strategis seperti e-resources, layanan ISBN, ISSN, ISMN, Bibliografi Nasional Indonesia, serta pembinaan perpustakaan di seluruh Indonesia.

 

Perpusnas juga mengembangkan berbagai inovasi digital seperti iPusnas, BintangPusnas Edu, Khastara, Pojok Baca Digital (POCADI), Titik Baca, serta berbagai ruang baca dan ruang kolaborasi yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. 

 

“Kami ingin memastikan bahwa perpustakaan benar-benar hadir di tengah masyarakat sebagai ruang belajar sepanjang hayat, ruang tumbuhnya kreativitas, dan ruang lahirnya inovasi masyarakat,” jelasnya.

 

Sementara itu, pemain film sekaligus penulis buku ‘Seni Merayu Tuhan’, Habib Husein Ja'far Al-Hadar mengungkapkan bahwa kedekatan dirinya dengan buku telah dimulai sejak usia dini karena pengaruh ayahnya yang gemar membaca. Menurutnya, buku merupakan fondasi dasar untuk membangun diri, peradaban, bangsa dan kemanusiaan.

 

“Saya selalu bilang bahwa kalau kamu nggak suka buku, minimal beli buku agar anakmu menjadi suka buku, karena membaca itu adalah sesuatu yang penting,” ungkapnya. Mengutip Tan Malaka, ia menyerukan, “kalau kamu masih baca buku artinya hidupmu masih baik-baik saja. Kalau perlu kurangi beli makanan dan minuman, perbanyak beli buku”. “Jadi saya lahir di buku, saya hidup bersama buku dan akhirnya saya menjadi penulis,” tambahnya.

 

Produser sekaligus penulis skenario film ‘Seni Merayu Tuhan’, Salman Aristo menjelaskan, pemilihan Perpusnas sebagai lokasi peluncuran trailer dan poster merupakan pilihan yang tepat untuk peluncuran film yang berasal dari adaptasi sebuah buku.

 

“Film ini merupakan salah satu bentuk dari perpanjangan literasi. Perpusnas  memiliki sekitar 9,8 juta eksemplar koleksi bahan pustaka. Jadi, rasanya nggak ada tempat yang lebih tepat bagi kami untuk merilis trailer dan poster ‘Seni Merayu Tuhan’ selain di sini,” tuturnya.

 

Salah satu pemain film ‘Seni Merayu Tuhan’, Rieke Diah Pitaloka menyampaikan buku merupakan sumber kehidupan, pengetahuan, dan spiritual manusia. “Dengan membaca buku, insya Allah kita nggak akan merasa sepi, ilmu kita menjadi bertambah banyak dan dengan membagikan buku, insyaAllah kita tidak akan kehilangan tapi justru akan bertambah semua yang Allah berikan kepada kita,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan ini, Perpusnas juga menerima penyerahan simbolis hibah 10 eksemplar buku ‘Seni Merayu Tuhan’. Koleksi tersebut akan menjadi bagian dari dokumentasi perjalanan intelektual bangsa yang dilestarikan agar dapat diakses oleh generasi kini maupun mendatang. Turut hadir dalam acara ini, para pemain film ‘Seni Merayu Tuhan’ lainnya antara lain Ari Irham, Lutesha, Teuku Ryzki, Onadio Leonardo, Sita Nursanti dan Alfie Alfiandy. (AL&AKN/Ed:Drs/Dok:KN&AA).

Galeri