Memahami Makna Logo Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Perpusnas
Jakarta - Humas Perpusnas. Logo Hari Ulang Tahun ke-46 Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mengusung tema “46 Tahun Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa”, bukan hanya sekadar logo semata melainkan memiliki makna filosofi tersendiri di dalamnya.
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso menjelaskan, untuk menegaskan semangat Perpusnas di masa efisiensi, HUT ke-46 akan dirayakan secara sederhana. Diawali dengan lomba desain logo HUT ke-46.
“Ada 19 logo yang sudah melalui seleksi internal. Meskipun demikian, tidak ada KKN dan lomba ini, yang terbuka untuk seluruh pegawai. Seleksi lomba desain logo terdiri dari dua tahap. Di mana pada tahap terakhir terdapat lima desain yang dipresentasikan oleh para finalis, dan desain logo karya Prakas ini ditetapkan sebagai pemenangnya,” bebernya. “Ini merupakan upaya kami untuk terus memupuk potensi SDM perpustakaan agar terus bisa berkarya,” tambahnya saat membuka Taklimat Media, Senin (13/4/2026).
Elemen dalam Logo HUT ke-46 Perpusnas karya Pustakawan Ahli Pertama, Prakas Agrestian terdiri dari beberapa elemen, yakni ikon pensil, buku, tunas, dan angka 46. Ia menyampaikan secara keseluruhan, integratif logo ini menggambarkan alur strategis dimulai dari pengetahuan yang dirawat, literasi yang tumbuh, hingga terwujudnya bangsa yang bermartabat.
“Ikon pensil melambangkan proses aktif dalam merawat pustaka melalui kegiatan menulis, mencipta, dan memperkaya pengetahuan. Elemen ini menegaskan bahwa pustaka bukan sekadar kumpulan informasi, melainkan ekosistem hidup yang terus berkembang melalui peran manusia dalam menjaga, mengolah, dan mewariskan literasi dari generasi ke generasi,” jelasnya.
Ikon buku, lanjutnya, merepresentasikan pusat pengetahuan sekaligus inti dari pustaka. Elemen ini mencerminkan komitmen Perpusnas dalam merawat, menyimpan, dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan secara inklusif dan berkelanjutan, sebagai kontribusi nyata dalam memartabatkan bangsa melalui penguatan literasi.
Sementara itu, ikon tunas melambangkan pertumbuhan pengetahuan sebagai fondasi literasi berkelanjutan. Elemen ini mencerminkan harapan dan upaya kolektif dalam menumbuhkan budaya literasi yang kuat, sebagai prasyarat terbentuknya masyarakat yang cerdas, adaptif, dan bermartabat di tengah dinamika zaman.
Adapun angka 46 merepresentasikan usia Perpusnas sebagai simbol perjalanan, kematangan, dan konsistensi dalam menguatkan budaya literasi nasional. “Angka ini menegaskan komitmen berkelanjutan Perpusnas dalam membangun masyarakat berbasis pengetahuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan bangsa yang maju dan bermartabat,” tuturnya.
Selain itu, buku terbuka melambangkan akses inklusif, sementara pensil dan tunas mencerminkan proses pengembangan literasi. Warna biru merepresentasikan ilmu dan kredibilitas, hijau melambangkan pertumbuhan dan keberlanjutan, dan abu-abu tua mencerminkan stabilitas dan kedewasaan.
Ia berharap logo ini bukan hanya sebagai identitas, melainkan juga sebagai semangat pemersatu upaya penguatan budaya literasi masyarakat. Menurutnya, perayaan HUT Perpusnas semata melainkan milik semua yang percaya bahwa literasi bisa memajukan bangsa. Untuk informasi lebih lanjut dapat membuka tautan s.id/KontenHUT46Perpusnas (AL/Ed:DRS/Dok:AA/ATK)






