Membaca Nyaring Jadi Strategi Perpusnas Tumbuhkan Minat Baca Sejak Dini
Jakarta - Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) memperingati Hari Membaca Nyaring Sedunia Tahun 2026 bertema “Celebrating Learning - Merayakan Pembelajaran” sebagai bagian dari komitmen berkelanjutan dalam memperkuat budaya baca dan meningkatkan kecakapan literasi anak sejak usia dini.
Kegiatan diselenggarakan melalui kolaborasi antara Perpusnas dan komunitas literasi Reading Bugs, dengan melibatkan anak-anak dari TKN 01 Koja Jakarta Utara, guru, serta orang tua dalam berbagai aktivitas literasi yang interaktif dan edukatif, pada Rabu (4/2/2026).
Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, menyampaikan bahwa praktik membaca nyaring telah menjadi bagian dari program literasi Perpusnas. Ia menyebutkan, program ini telah ada sejak 2024 dan terus diperkuat hingga 2025, khususnya melalui Layanan Anak.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan minat baca dan kecintaan terhadap buku pada anak-anak. Dimulai dari lingkungan keluarga, diperkuat oleh satuan pendidikan, dan difasilitasi oleh perpustakaan sebagai ruang belajar sepanjang hayat,” tegasnya.
Menurut Suharyanto, membaca nyaring tidak hanya membantu anak belajar membaca, tetapi juga membangun kedekatan emosional dengan buku. Selain itu, menurutnya, membaca nyaring juga menumbuhkan rasa cinta terhadap proses belajar itu sendiri.
Melalui Layanan Anak, Perpusnas secara konsisten menjalankan berbagai program literasi anak, termasuk Seri Kelana (Kelas Literasi Anak) serta kegiatan kolaboratif dengan komunitas dan pegiat literasi. “Program Kelana telah dilaksanakan sebanyak enam kali dan menjadi ruang interaksi yang membangun kebiasaan membaca, keterlibatan keluarga, serta meningkatkan kepercayaan diri anak dalam belajar,” jelasnya.
Dalam peringatan Hari Membaca Nyaring Sedunia ini, anak-anak mengikuti sesi membaca nyaring, aktivitas kreatif berbasis cerita, serta berbagai permainan edukatif. Sementara itu, guru dan orang tua mendapatkan mini workshop membaca nyaring sebagai bekal untuk menerapkan praktik tersebut di rumah dan di lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan ini, Perpusnas berharap praktik membaca nyaring dapat tumbuh menjadi kebiasaan yang hidup di rumah, sekolah, dan perpustakaan,” ujar Suharyanto. “Sehingga kebiasaan ini akan mampu membentuk generasi pembelajar yang gemar membaca, kritis, dan berkarakter, sejalan dengan peran perpustakaan dalam meningkatkan martabat bangsa,” pungkasnya. *** (SA/Ed:DRS)
Galeri









