Membangun Ketahanan ASEAN, Kepala Perpusnas Soroti Tiga Hal
Jakarta, Humas Perpusnas— Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz menyoroti tiga hal mendasar dalam membangun ketahanan ASEAN, yaitu kolaborasi global, peran ASEAN, dan pentingnya perpustakaan. Hal itu disampaikannya dalam International Seminar Commemorating the 120th Anniversary of the National Library of Thailand, secara daring pada Kamis (26/3/2026).
Kolaborasi mutlak diperlukan karena tantangan global tidak dapat diatasi sendiri. Ia menuturkan, keterhubungan masyarakat lintas negara menuntut kerja sama, sehingga hasil kolektif yang lebih baik hanya dapat dicapai melalui kolaborasi.
Selanjutnya ia mengemukakan, peran ASEAN dipandang sebagai wadah strategis karena kedekatan geografis, visi bersama sejak 1967, serta ikatan sejarah dan budaya antarnegara. “Sementara itu, perpustakaan ditempatkan sebagai infrastruktur pengetahuan yang netral dan terpercaya,” ungkapnya.
Tidak dibebani kepentingan politik, Ia menekankan, perpustakaan berfungsi sebagai pusat kreativitas dan inklusi sosial. Menurutnya, peran perpustakaan juga menjadi platform penting dalam membangun kolaborasi lintas negara.
Ia menambahkan, perpustakaan harus diakui sebagai mitra strategis dalam pembangunan ASEAN. Peran perpustakaan tidak hanya relevan dalam aspek politik atau ekonomi, tetapi juga dalam kebijakan publik, pendidikan, inovasi, dan transformasi digital.
“Perpustakaan memiliki ekosistem pengetahuan yang dapat mendukung kebijakan pendidikan, inovasi, dan pengembangan fasilitas digital. Oleh karena itu, keterlibatan perpustakaan dalam kebijakan publik menjadi sangat penting,” tegasnya. “Itulah keunggulan mengapa perpustakaan penting dalam membangun kolaborasi dengan berbagai negara, khususnya ASEAN,” tambahnya.
Menurutnya, kawasan ASEAN menghadapi tantangan serupa, “Jika masalah ini dihadapi sendiri, maka tidak mungkin terselesaikan. Oleh karena itu, mari kita selesaikan bersama agar tantangan tersebut dapat diatasi dengan lebih baik,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Aminudin menyebutkan sejumlah langkah konkret yang dapat dilakukan. Perpustakaan mampu menghadirkan perubahan bermakna melalui program inklusi sosial, pelatihan masyarakat, pelestarian warisan dokumenter, serta literasi digital yang menjembatani kesenjangan informasi. Ia juga membuktikan bahwa perpustakaan turut berperan dalam memperkuat identitas budaya dan kohesi sosial, sekaligus mendukung solidaritas ASEAN melalui pengetahuan bersama. (FM/Ed:DRS/Dok:PA)
Galeri








