Merajut Persahabatan Indonesia-Korea dengan Menghias Kue

Gallery image

Merajut Persahabatan Indonesia-Korea dengan Menghias Kue

Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Budaya tidak hanya ada di buku, tapi juga bisa dihayati melalui aktivitas sehari-hari yang kreatif, misalnya menghias kue. 

Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Suharyanto dalam kegiatan “Korean Cultural Centre Indonesia (KCCI) Goes to Perpusnas RI: Exploring Korea and Indonesia’s Heritage Through Symbol”, Selasa (12/8/2025).

Acara ini menjadi bagian dari peringatan 80 tahun kemerdekaan Indonesia dan Korea, yang dikemas dengan pameran buku mini serta aktivitas menghias kue bertema simbol budaya. Berlangsung di Gedung Layanan Perpusnas, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Suharyanto menegaskan bahwa acara ini memperlihatkan peran penting perpustakaan bukan hanya sebagai pusat literasi, tetapi juga pusat kebudayaan.

“Perpusnas merasa terhormat menjadi tuan rumah kegiatan yang merayakan 80 tahun kemerdekaan Indonesia dan Korea. Tema simbol budaya ini juga sangat tepat karena memberi ruang kepada masyarakat bahwa perpustakaan bisa menjadi tempat untuk mempelajari budaya dengan kegiatan yang unik dan penuh kreasi,” tuturnya. 

Ia menambahkan bahwa kegiatan bersama ini menjadi momentum memperkuat diplomasi budaya antara kedua negara. “Kami berharap kegiatan ini menjadi pintu untuk kolaborasi berikutnya, agar hubungan masyarakat Indonesia dan Korea semakin erat, bukan hanya di tingkat pemerintah, tetapi juga di tingkat masyarakat luas,” imbuhnya. 

Sementara itu, Direktur KCCI, Kim Yong Woon, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas kolaborasi dengan Perpusnas. Ia menekankan bahwa tema simbol budaya dipilih karena memiliki makna universal yang dapat menjembatani generasi muda kedua negara untuk memahami akar sejarah sekaligus merayakan masa kini.

“Melalui simbol budaya, kami ingin menunjukkan bahwa sejarah bukan hanya untuk dikenang, tetapi juga bisa dirayakan dengan cara yang menyenangkan. Kami berharap masyarakat, khususnya anak muda, dapat merasakan kedekatan emosional dengan warisan bangsanya sendiri dan pada saat yang sama mengenal budaya sahabatnya,” ungkapnya.

Kim Yong Woon juga menyinggung makna logo peringatan Gwangbokjeol tahun ini yang bertuliskan “광복 80” (Gwangbok 80) dengan slogan “빛나는 발걸음, 새로운 길” atau “Radiant Strides, New Paths”. 

“Pesan ini selaras dengan semangat Indonesia yang merayakan kemerdekaan ke-80. Kedua negara sama-sama menghormati perjalanan masa lalu sambil melangkah menuju masa depan yang lebih baik,” tambahnya. 

Kegiatan tersebut menghadirkan pengalaman edukatif sekaligus rekreatif, mulai dari penjelasan Hari Kemerdekaan kedua negara hingga menghias kue dengan simbol-simbol khas Indonesia dan Korea. 

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa 

Dokumentasi: Pujasintara Perpusnas

 

 

Galeri