Miliki Posisi Strategis, Inilah Dua Tanggung Jawab Perpustakaan
Tanjung Jabung Barat, Jambi - Keberadaan perpustakaan di tengah masyarakat semakin dibutuhkan. Perpustakaan berperan membangun kualitas sumber daya manusia, memastikan akses informasi dan pengetahuan diterima setiap warga negara, sehingga mereka menjadi manusia yang berkualitas.
“Berada pada posisi strategis, perpustakaan sebagai institusi pelayanan publik tentu memiliki tanggung jawab yang sangat besar,” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Adin Bondar pada kegiatan Reakreditasi Perpustakaan Umum Daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Rabu (26/11/2025).
Adin menegaskan adanya dua tanggung jawab perpustakaan. Pertama, menjamin masyarakat memiliki kualitas budaya baca dan kecakapan literasi. Menurutnya, literasi menjadi komponen atau indikator kompetensi bagi setiap orang, agar dapat berdaya saing dan memiliki pengetahuan yang luas untuk kecakapan hidupnya. Kedua, ia melanjutkan, adalah bahwa perpustakaan juga memiliki peran yang penting bagaimana mentransformasikan informasi dan pengetahuan, termasuk terhadap nilai-nilai kearifan lokal di suatu masyarakat.
Adin juga mengatakan, Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) menjadi indikator kinerja kunci urusan perpustakaan di daerah. Sedangkan di Provinsi Jambi, baik IPLM dan TKM masih berada di bawah rata-rata nasional. Ia merinci, tingkat IPLM berada di angka 65,43 sedangkan TKM juga di bawah rata-rata nasional yaitu 68,65.
“Angka ini sesungguhnya menjadi bagian dari koreksi kita bersama, tentang keberpihakan kebijakan dan juga berbagai pendekatan program strategis mampu diwujudkan, agar budaya baca dan kecapakan literasi masyarakat semakin meningkat,” pesannya.
“Tentu kita harapkan nanti setelah akreditasi, Dinas Perpustakaan Kabupaten Tanjung Jabung Barat bisa juga mendapatkan dana alokasi non fisik. Tetapi persyaratannya harus terakreditasi dulu,” tambah Adin.
Pada kesempatan yang sama, Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Johan Hendri Bororing membenarkan bahwa perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan buku, melainkan juga sebagai pusat ilmu pengetahuan, budaya, dan inovasi yang berperan penting dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Oleh karena itu, proses akreditasi perpustakaan kelak akan menjadi momentum bagi kami untuk mengevaluasi kinerja, mengidentifikasi kekurangan, serta merumuskan langkah-langkah perbaikan yang lebih terarah untuk perpustakaan daerah kami ini,” ungkapnya.
Tak lupa, Johan juga memastikan bahwa aparatur pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung seluruh proses akreditasi. Proses akreditasi tersebut dimulai dari penyediaan data, fasilitas, hingga partisipasi aktif seluruh staf perpustakaan.
“Kami sangat berharap hasil penilaian dapat menjadi acuan bagi kami dalam meningkatkan layanan, memperluas koleksi, serta memperkuat jaringan literasi dari tingkat desa dan kelurahan,” ucapnya.
Direktur Standarisasi dan Akreditasi Perpustakaan Perpusnas, Made Ayu Wirayati menekankan perpustakaan dengan kualitas sesuai Standar Nasional Perpustakaan (SNP) diperlukan untuk mendorong meningkatnya minat baca dan literasi masyarakat di seluruh Indonesia.
“Akreditasi perpustakaan merupakan bentuk pengakuan formal dari Perpusnas, bahwa lembaga tersebut telah memenuhi standar penyelenggaraan dan pengelolaan perpustakaan yang baik,”
Selaku Asesor, Made Ayu juga mengingatkan agar nantinya setelah pelaksanaan akreditasi, setiap perpustakaan menindaklanjuti seluruh rekomendari yang diberikan. Hal ini dikarenakan Perpusnas akan tetap melakukan pemeliharaan dan pengawasan berkala melalui kegiatan survailans mutu.
Reporter: Basma Sartika
Editor: Dyah Rachmawati Sugiyanto
Dokumentasi: Aji Anwar
Galeri








