Miliki Ribuan ISBN, Perpusnas Apresiasi Universitas Terbuka dalam Mendukung Penguatan Literasi Nasional

Gallery image

Miliki Ribuan ISBN, Perpusnas Apresiasi Universitas Terbuka dalam Mendukung Penguatan Literasi Nasional

Jakarta—Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), Suharyanto, mengapresiasi kontribusi Universitas Terbuka (UT) sebagai salah satu penerbit pendidikan nasional. Berdasarkan basis data International Standard Book Number (ISBN), UT telah memperoleh lebih dari 4.300 ISBN, yang mencerminkan peran signifikan UT dalam mendukung pembelajaran jarak jauh dan penguatan literasi nasional.

Apresiasi disampaikannya pada Senin (15/12/2025), dalam program Coffee Break yang disiarkan langsung melalui UT Radio dan kanal YouTube Universitas Terbuka TV.

Selama dialog berlangsung, Suharyanto memaparkan peran strategis Perpusnas dalam menjaga keberlanjutan ekosistem penerbitan nasional. Ia menjelaskan bahwa Perpusnas memiliki mandat konstitusional untuk memastikan seluruh Karya Cetak dan Karya Rekam (KCKR) yang diterbitkan di Indonesia terdokumentasi, lestari, dan dapat diakses lintas generasi. 

“Perpusnas tidak hanya berperan sebagai penyimpan karya, tetapi sebagai penjaga memori kolektif bangsa dan penguat ekosistem penerbitan nasional yang berkelanjutan,” tegasnya.

Hingga November 2025, Perpusnas telah menghimpun lebih dari 2,2 juta judul KCKR dengan total hampir 4 juta eksemplar, baik dalam bentuk karya cetak maupun karya rekam analog dan digital. Data tersebut menunjukkan dinamika penerbitan nasional sekaligus pentingnya kepatuhan penerbit terhadap kewajiban serah simpan.

Dalam konteks penguatan tata kelola penerbitan, Perpusnas juga melakukan reviu Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 5 Tahun 2022 tentang Layanan ISBN yang diselaraskan dengan sistem e-Deposit. Selain itu, Perpusnas menerbitkan pedoman teknis pengisian ISBN daring serta pedoman konversi laporan hasil penelitian menjadi buku umum ber-ISBN guna mendorong transformasi pengetahuan agar lebih komunikatif dan mudah diakses masyarakat.

“ISBN kami dorong tidak hanya sebagai nomor identifikasi, tetapi sebagai fondasi tata kelola perbukuan nasional yang berkualitas,” pungkasnya.

Ia juga menyoroti perkembangan penerbitan berbasis ISBN di era digital. Berdasarkan data layanan ISBN hingga 13 Desember 2025, Perpusnas telah menerbitkan lebih dari 122 ribu ISBN untuk 116 ribu judul buku, dengan sekitar 30 persen di antaranya merupakan buku digital. Meski demikian, ia berujar, buku cetak masih mendominasi penerbitan nasional.

Suharyanto berharap ekosistem penerbitan Indonesia semakin inklusif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, serta mampu memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan dan hasil riset nasional.

Dalam kesempatan yang sama, Suharyanto membagikan pesan motivasi kepada mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan Universitas Terbuka (UT). Dirinya mengajak para mahasiswa untuk menanamkan disiplin dan ketekunan sebagai fondasi utama dalam membangun karier kepustakawanan.

Pesan tersebut disampaikan Suharyanto saat menjawab pertanyaan dari Irmayati, mahasiswa UT, 

“Disiplin dan ketekunan itu pondasi. Sejak menjadi CPNS hingga sekarang, saya selalu berusaha hadir di kantor sebelum pukul tujuh pagi tanpa harus diperintah. Itu bentuk komitmen pribadi,” ungkapnya.

Menurutnya, ketekunan juga perlu dibangun sejak dini melalui keterlibatan nyata di dunia literasi. Ia menuturkan, perjalanan karier di bidang perpustakaan tidak selalu harus dimulai dari institusi pendidikan tinggi. “Karier saya justru dimulai dari taman baca sejak SMA. Kalau sudah memiliki minat di bidang perpustakaan, jalani dengan sungguh-sungguh,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Suharyanto juga membagikan prinsip hidup yang ia pegang dalam berkarier. “Saya berpegang pada prinsip 5B, yaitu berdoa, bekerja, belajar, berkarya, dan berbagi. Prinsip ini yang terus saya jalankan sepanjang perjalanan saya sebagai pustakawan,” pungkasnya.

 

Reporter: Alditta Khoirun Nisa

Editor: Dyah R. Sugiyanto

Dokumentasi: Gilang Arwin Saputri

 

 

Galeri