Motivasi Pustakawan, Perpusnas Canangkan KDM Produktif

Gallery image

Motivasi Pustakawan, Perpusnas Canangkan KDM Produktif

Salemba, Jakarta - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menerapkan kebijakan Kerja Dari Manapun (KDM) tiap Senin bagi aparatur sipil negara (ASN) mulai Januari 2026.

Hal ini menindaklanjuti Surat Edaran Kepala Perpusnas Nomor 2 Tahun 2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan ASN Secara Fleksibel di lingkungan Perpusnas.

Dalam dialog bersama pustakawan di Kedeputian Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Kepala Perpusnas, E. Aminudin Aziz menyampaikan bahwa setiap KDM para pustakawan diminta untuk turun ke masyarakat.

"Setiap KDM di hari Senin menjadi hari pengabdian perpustakaan ke masyarakat. Pustakawan harus ada di masyarakat, selama KDM mereka melakukan pembinaan perpustakaan di wilayah. Seperti perpustakaan desa, sekolah maupun TBM," ungkapnya, Jumat (9/1/2026).

Lebih lanjut dia menjelaskan, program tersebut menjadi cara untuk mengangkat jenama baru yang saat ini tengah dibangun yaitu pustakawan sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Menurutnya, sosok ideal pustakawan harus selalu terdepan dalam memperoleh pengetahuan, selalu hadir di masyarakat melalui berbagai program, hingga menjadi pewaris peradaban.

"Pustakawan harus menjadi pemengaruh untuk hal-hal positif. Karena pustakawan dapat menjadi sosok teladan, menjadi role model. Maka pustakawan jangan kuper dan kudet, pustakawan harus mengikuti tren," lanjutnya.

Ia mengatakan jenama pribadi atau personal branding harus dimaknai sebagai upaya sadar untuk 'menjual diri' agar dikenal oleh orang lain, tentang apa dan siapa sebenarnya pustakawan.

"Ada tanggung jawab kita untuk memperkenalkan siapa pustakawan, apa pustakawan. Ini karena belum banyak orang yang tahu," katanya.

Untuk membangun jenama baru, lanjutnya, perlu adanya kejelasan visi yang dibawa, khalayak sasaran utama, serta membantu khalayak mencapai tujuan dengan konten, desain, dan media promosi.

"Pustakawan dituntut memiliki pemahaman mendalam terhadap visi perpustakaan, menguasai informasi terkait fasilitas dan layanan, memahami ragam kegiatan rutin perpustakaan, serta siap menjalankan peran edukasi, advokasi, layanan, dan kolaborasi," jelasnya.

 

Reporter: Wara Merdeka

Editor: Basma Sartika

Dokumentasi: Ahmad Kemal Nasution

Galeri