Pameran Perjalanan 46 Tahun Perpusnas Resmi Dibuka untuk Umum
Jakarta — Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) resmi membuka pameran konvensional yang menampilkan sejarah perjalanannya selama 46 tahun. Pameran ini dibuka untuk umum, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-46 Perpusnas. Bertempat di Gedung Layanan Perpustakaan, Jalan Medan Merdeka Selatan. Pameran bertema ‘Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa’ ini dibuka oleh Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto, Rabu (6/5/2026).
Dalam sambutannya, Suharyanto menegaskan bahwa usia 46 tahun bukan sekadar angka, melainkan perjalanan panjang Perpusnas dalam bertransformasi dari “penjaga buku” menjadi “penjaga peradaban”.
“Perjalanan ini adalah bukti kesetiaan kita pada ilmu pengetahuan. Kita telah melewati berbagai zaman, dari era katalog kartu yang disusun manual, hingga kini ke era kecerdasan buatan dan perpustakaan digital,” ujarnya.
Pameran ini menghadirkan ‘lorong waktu’ perjalanan Perpusnas sejak berdiri hingga saat ini. Diprakarsai oleh Mastini Hardjoprakoso, melalui penggabungan empat perpustakaan besar di Jakarta, lahirlah sebuah institusi tunggal yang memelihara memori kolektif bangsa.
Apresiasi juga disampaikan oleh Adriati, Plt. Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara (Pujasintara), kepada Tim kerja pameran Yang telah menyiapkan seluruh rangkaian dengan penuh dedikasi, meski mengalami keterbatasan. “Apa yang kita lihat adalah usaha kita untuk mewujudkan totalitas demi martabat bangsa. Walaupun dalam keterbatasan, Kita tetap bisa melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.
Selain menampilkan sejarah kelembagaan, pameran juga menghadirkan potret keberhasilan pembangunan literasi di daerah melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Subbidang Perpustakaan. Pengunjung dapat menyaksikan bagaimana ruang-ruang publik literasi dibangun untuk memanusiakan pembaca di berbagai pelosok Indonesia.
Tidak hanya itu, pameran juga dirancang menyeluruh di beberapa titik gedung layanan Perpusnas. Di lantai 9, pengunjung dapat menyaksikan keagungan peradaban masa lalu melalui pameran Naskah Kuno Nusantara. Sementara di lantai 16, ditampilkan koleksi tertua berupa peta dan buku langka yang menjadi bagian penting dari khazanah Perpusnas.
Suharyanto menekankan bahwa keberhasilan Perpusnas selama 46 tahun, termasuk terselenggaranya pameran ini, tidak lepas dari peran luar biasa para pustakawan. “Pustakawan adalah penjaga gawang ilmu pengetahuan yang bekerja dibalik layar, melakukan kurasi dengan ketelitian tinggi, dan merawat naskah agar tak lekang oleh waktu, dan menyiapkan informasi agar mudah diakses oleh masyarakat,” urainya. “Pameran ini adalah bukti nyata dari dedikasi dan profesionalisme mereka,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Suharyanto mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum HUT ke-46 sebagai pengingat bahwa perpustakaan adalah jantung kecerdasan bangsa. “Jangan pernah berhenti membaca, karena di setiap lembar yang kita buka, ada jendela baru menuju masa depan Indonesia yang lebih cerah,” pungkasnya. ****** (FM/Ed: DRS/Dok: AA)
Galeri









