Pameran Seni Lukis Anak, Upaya Strategis Perpusnas untuk Penguatan Budaya Baca dan Literasi Anak

Gallery image

Pameran Seni Lukis Anak, Upaya Strategis Perpusnas untuk Penguatan Budaya Baca dan Literasi Anak

Jakarta - Humas Perpusnas. Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendorong pemanfaatan seni sebagai salah satu upaya strategis dalam penguatan budaya baca dan kecakapan literasi anak. Kali ini, pendekatannya dilakukan melalui medium karya seni lukis.

 

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Suharyanto dalam pembukaan Pameran Seni Lukis Anak, pada Sabtu (8/8/2026) mengatakan, literasi di era modern tidak lagi hanya terbatas pada teks tertulis, tetapi mencakup kemampuan anak dalam membaca, memahami, dan menceritakan Kembali realitas dunia melalui bahasa rupa, imajinasi, dan estetika.

 

"Perpusnas menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan pameran Seni Lukis Anak bertajuk Vicky vs SketchBike Art Class yang mengusung tema Merdeka dan Elok ini," katanya saat membuka kegiatan di Ruang Pameran Lantai 4 Gedung Layanan Perpusnas tersebut. 

 

Menurutnya, pameran yang menampilkan karya sekitar 50 hingga 70 peserta anak dari SketchBike Art Class ini bukanlah menjadi ajang sebuah kompetisi untuk mencari yang terbaik. Pameran ini menjadi ruang yang aman dan nyaman bagi anak untuk berkreasi, bermain, dan menuangkan ide serta imajinasinya melalui karya seni.

 

"Ajang ini bukanlah sebuah kompetisi untuk mencari siapa yang terbaik, siapa yang menang atau kalah, seperti perlombaan melukis pada umumnya. Lebih dari itu, pameran ini berfokus murni untuk memberikan ruang aman, luas, nyaman bagi anak-anak kita berkreasi, serta menuangkan imajinasi liar dalam bentuk visual yang jujur," ungkapnya.

 

Lebih lanjut, ia menjelaskan, Perpusnas memiliki komitmen yang kuat untuk terus menghadirkan layanan dan program yang mampu mendekatkan literasi pada anak-anak sejak usia dini. Salah satunya melalui penyediaan Ruang Layanan Anak yang bertempat di Lantai 7 Gedung Layanan Perpusnas.

 

"Kami juga aktif memfasilitasi literasi anak melalui penerbitan buku-buku bacaan dan komik anak yang merupakan hasil alih wahana dari naskah-naskah kuno nusantara dan buku bacaan anak dari saduran karya klasik," jelasnya.

 

Pameran yang berlangsung dari tanggal 8 hingga 16 Agustus ini, lanjutnya, juga memiliki makna khusus karena diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026 dan bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

 

Perpusnas berharap ruang-ruang ekspresi seperti pameran seni anak dapat terus berkembang dan menjadi bagian dari ekosistem pendidikan serta kebudayaan Indonesia.

 

"Jadikan Layanan Perpusnas sebagai ruang kreativitas dan inovasi. Kebebasan untuk menjadi diri sendiri, menuangkan gagasan dengan bebas dan merdeka, itulah hakikat keindahan seni yang sebenarnya," harapnya.

 

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman yang turut hadir menyampaikan, kegiatan ini memberikan ruang bagi anak-anak mendapatkan ruang untuk menuangkan imajinasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap Indonesia melalui karya seni.

 

"Kita hadir hari ini dalam rangka memberikan dukungan terhadap kegiatan yang luar biasa yakni pameran lukisan anak. Pesertanya dari seluruh Indonesia, tentu kita berharap anak-anak ke depan terus berkembang bakatnya menjadi pelukis yang andal seperti Raden Saleh," ungkapnya.  *** (WM/Ed: DRS/Dok: ISTIMEWA)



Galeri