PAPBB Raih Unit Pengolah Arsip Terbaik dalam Pengawasan Internal Perpusnas 2025

Gallery image

PAPBB Raih Unit Pengolah Arsip Terbaik dalam Pengawasan Internal Perpusnas 2025

Salemba, Jakarta - Penguatan transformasi digital kearsipan menjadi penting sebagai fondasi Utama dalam mewujudkan birokrasi yang modern, tertata, dan akuntabel.

 

Demikian disampaikan Sekretaris Utama (Sestama) Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) dalam Penyerahan Hasil Pengawasan Kearsipan Internal Tahun 2025 yang diselenggarakan secara daring pada Senin (1/12/2025).

 

"Transformasi digital kearsipan menjadi tantangan utama, bukan hanya terkait teknologi, tetapi juga perubahan mindset, mentalitas, perilaku, dan budaya kerja," ungkapnya.

 

Sestama menyampaikan, pengelolaan kearsipan membutuhkan dukungan manajemen yang komprehensif, mulai dari SDM yang kompeten, sarana-prasarana yang memadai, hingga dukungan pendanaan yang kuat.

 

"Arah dan fokus pengawasan kearsipan harus mampu mewujudkan sasaran pembangunan kearsipan, seperti tertib arsip, terjaganya memori aktif bangsa, serta terlaksananya transformasi digital yang sejalan dengan agenda reformasi birokrasi," ujarnya.

 

Lebih lanjut, dia menjelaskan, Perpusnas terus memperbaiki pengelolaan arsip melalui revisi pedoman klasifikasi arsip dan jadwal retensi arsip, yang juga dengan penyelarasan sistem keamanan dan akses arsip dinamis. Pada aspek arsip dinamis, Perpusnas telah memanfaatkan aplikasi Srikandi secara massif serta berpartisipasi sebagai simpul jaringan SIKN/JIKN.

 

"Peningkatan kompetensi SDM kearsipan terus dilakukan, termasuk melalui dorongan sertifikasi, meskipun masih diperlukan Peningkatan intensitas pemindahan arsip inaktif ke format digital," jelasnya.

 

Mengenai hasil pengawasan ANRI, Sestama memaparkan bahwa terjadi Peningkatan nilai digitalisasi dari 85,72 di tahun 2023 menjadi 87,2 di tahun 2024. Namun, hasil pengawasan internal tahun 2025 terhadap 17 unit pengolah arsip menunjukkan penurunan nilai rata-rata menjadi 81,23, turun dari nilai sebelumnya yakni 87.

 

"Ini harus menjadi perhatian kita bersama, karena nilai tersebut akan diakumulasikan dalam penilaian kelembagaan, termasuk nilai Reformasi Birokrasi," paparnya.

 

Dalam kesempatan ini juga disampaikan nilai pengawasan kearsipan internal, Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca menjadi unit pengolah arsip terbaik dengan kategori memuaskan. Serta Vania Sukma Putri Daniswara menjadi Arsiparis terbaik.

 

Kepala Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca (PAPBB), Nurhadi Saputra menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh tim.

 

Dia menjelaskan, unit kerjanya telah melakukan penyusutan arsipa secraa berkala, 100% pemberkasan arsip melalui aplikasi, pemindahan arsip audiovisual ke record center, pelaksanaan prosedur peminjaman arsip yang terdokumentasi, serta verifikasi arsip sesuai peraturan tata dinas.

 

"Kehadiran arsip adalah jembatan antara menemukan dan kehilangan. Memperbaiki arsip berarti memastikan kenangan negara tetap terjaga," jelasnya.

 

Reporter: Wara Merdeka

Dokumentasi: Andri Tri Kurniawan / Frista Maria



Galeri