Pegiat Literasi di Ciamis Bedah ‘Visi Anak Pasar’, Autobiografi Kepala Perpusnas
Ciamis, Jawa Barat - Dalam sesi bedah buku ‘Visi Anak Pasar’ yang digelar pada Senin (1/12/2025), Dosen senior FKIP Universitas Galuh (Unigal), Hendaryan, mengungkapkan ketertarikannya terhadap buku tersebut. Meski baru menerima undangan dua hari sebelumnya, ia mengaku langsung terpikat dan melakukan telaah mendalam menggunakan pendekatan kajian sastra, karena buku tersebut merupakan autobiografi dengan kekuatan naratif yang kuat. ‘Visi Anak Pasar’ mennceritakan perjalanan seorang E. Aminudin Aziz, yang saat ini menjabat sebagai Kepala perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas)
Hendaryan menjelaskan bahwa buku ini dikemas lewat gaya bahasa yang ringkas, cepat, namun sangat pekat pesan, sehingga pembaca dapat langsung menangkap nilai-nilai yang ingin disampaikan penulis. Ia berpendapat, Aminudin kerap memadukan bahasa Indonesia, Sunda, dan Inggris, memberikan warna tersendiri dan menghadirkan efek emosional yang kuat dalam setiap episode.
Menurutnya, struktur buku bergerak dengan alur campuran, maju, dan flashback, yang sengaja digunakan untuk membangun rasa penasaran. “Pembaca dibuat bertanya-tanya, mengapa cerita dibuka dari Australia, padahal masa kecil penulis dimulai di Cikoneng? Inilah keunikan gaya ungkapnya,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa latar belakang penulis, mulai dari pendidikan agama, pengalaman akademik, hingga perjalanan sebagai birokrat, menjadi fondasi kuat bagi bangunan cerita dalam buku. Seluruh pengalaman itu, katanya, melahirkan episode-episode yang sarat amanat dan refleksi hidup.
Dalam telaahnya, Hendaryan bahkan merumuskan akronim “MAHKO”, sebuah maskot yang menurutnya merepresentasikan diri Aminudin sebagai sosok yang Motivator dan Akselerator (yang selalu mempercepat proses dan memberi penilaian konstruktif), Hebat dalam kepemimpinan dan organisasi, Kontributor (selalu memberi, bukan menerima), dan Organisator yang mampu menata program dan kinerja.
Melalui bedah buku ini, ia menilai buku tersebut bukan sekadar autobiografi, tetapi rekaman perjalanan hidup yang menyimpan pelajaran mendalam, terutama tentang keteguhan menghadapi berbagai fase kehidupan hingga mencapai titik pencapaian saat ini.
Pegiat literasi sekaligus penggagas Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Gada Membaca, Agus Munawar, memberikan apresiasi mendalam terhadap karya dan kiprah Aminudin. Ia mengungkapkan kekagumannya sejak pertama kali melihat sampul hingga penataan isi buku. Ia menyebut penempatan episode, ilustrasi, dan penyuntingan yang dikerjakan tim profesional membuat buku ini begitu mengalir dan memaksa pembaca menuntaskan halaman demi halaman.
Lebih jauh, Agus menekankan bahwa sosok Aminudin memiliki peran strategis dalam mendorong inovasi literasi di Indonesia. Menurutnya, kehadiran Aminudin di Perpusnas telah menghadirkan perubahan signifikan, mulai dari geliat berbagai program literasi, penyebaran bahan bacaan ke desa-desa, pesantren, hingga masjid, sampai dengan lahirnya kegiatan-kegiatan kreatif seperti festival literasi, gelaran baca, dan jejaring antarperpustakaan daerah.
“Gerakan literasi ini butuh sosok visioner seperti Aminudin. Apa yang dilakukan Perpusnas? mengirimkan bahan bacaan, menggerakkan perpustakaan desa, sampai merangkul komunitas, itu menjawab persoalan literasi dengan sangat tepat,” ujarnya.
Tak hanya memberi apresiasi, ia juga menyoroti pentingnya memperkuat kualitas fisik buku karena tingginya minat masyarakat yang ingin membaca atau meminjamnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, menyampaikan bahwa isi buku tersebut menyajikan perjalanan hidup yang sarat nilai ketangguhan, kejujuran, dan kerja keras. “Buku ini adalah kisah otentik perjalanan hidup seseorang dari lingkungan sederhana, namun dibangun dengan proses, ketangguhan, dan pendampingan keluarga. Banyak nilai kehidupan yang bisa kita terapkan dalam perjalanan kita masing-masing,” komentarnya.
Okta juga berharap kegiatan ini mendorong interaksi dan inspirasi baru dalam upaya membangun budaya literasi di masyarakat.
Acara bedah buku dipandu oleh moderator Rima Adriyani, S.I.Kom., dengan menghadirkan dua pembahas, yakni Dr. Hendaryan, Drs., MM. (Lektor Kepala FKIP Universitas Galuh) dan Agus Munawar, penggagas Komunitas Gada Membaca. Para pembahas menyoroti nilai-nilai kepemimpinan, pengalaman sosial, serta refleksi budaya yang dituangkan Prof. Aminudin dalam karya tersebut.
Setelah sesi tanya jawab dan ulasan buku, kegiatan ditutup dengan foto bersama penulis, pembahas, dan seluruh peserta. Turut hadir Bunda Literasi Kabupaten Ciamis, Kania Ernawati Herdiat, dalam kegiatan bedah buku rersebut.
Reporter & Dokumentasi: Alditta Khoirun Nisa
Editor: Dyah R. Sugiyanto
Galeri










