Pegiat TBM Gandeng Perpusnas Siapkan Konsolidasi Nasional Gerakan Literasi di Samarinda

Gallery image

Pegiat TBM Gandeng Perpusnas Siapkan Konsolidasi Nasional Gerakan Literasi di Samarinda

Jakarta - Humas Perpusnas. Sebanyak 300 peserta dari 38 provinsi menjadi bagian dari gerakan literasi berbasis masyarakat yang akan dikonsolidasikan melalui Temu Pegiat Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Nasional 2026.

 

Kegiatan yang mengusung tema “Dari Beranda IKN, Merajut Kolaborasi, Menguatkan Literasi” tersebut akan berlangsung di Samarinda, Kalimantan Timur, pada 6–8 November 2026. Persiapan kegiatan dibahas dalam audiensi Pengurus Pusat Forum TBM dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) secara daring, Kamis (20/8/2026).

 

Ketua Umum Forum TBM, Nero Taopik, mengatakan Temu Pegiat TBM Nasional merupakan agenda tahunan yang menjadi ruang untuk memperkuat gerakan literasi berbasis masyarakat, membangun jejaring, serta bertukar praktik baik antar TBM.

 

“Tiga ratus peserta dari 38 provinsi akan berbagi praktik baik, membuat rekomendasi bersama pegiat TBM untuk pemerintah, dan tidak kalah penting adalah konsolidasi,” ujarnya.

 

Taopik menyebutkan, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) nasional yang masih berada pada angka 57,86 menjadi salah satu tantangan yang perlu dijawab melalui penguatan gerakan literasi di masyarakat.

 

Sekretaris Jenderal Forum TBM sekaligus Ketua Temu Pegiat TBM Nasional 2026, Heni Wardatur Rohmah, berharap kolaborasi dengan Perpusnas dapat terus berjalan di tengah keterbatasan anggaran. Salah satu bentuk dukungan yang diharapkan ialah keberlanjutan program bantuan pada 2027, termasuk penyediaan Bahan Bacaan Bermutu.

 

Menanggapi hal tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Adin Bondar, menyambut baik penyelenggaraan Temu Pegiat TBM Nasional sebagai ruang bertemu dan bertukar pengalaman dalam memperkuat kecakapan literasi masyarakat.

 

“Acara nasional ini merupakan satu ruang bertemu bersama dan bertukar pengalaman untuk menyampaikan praktik baik dalam penguatan kecakapan literasi di tengah masyarakat kita,” kata Adin.

 

Menurut Adin, penguatan literasi membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Perpusnas akan terus mendorong ruang kolaborasi tersebut, termasuk dengan mengusulkan dukungan dari pihak lain yang memiliki perhatian terhadap bidang literasi.

 

“Kami dari pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa jika pemberdayaan masyarakat seperti Bapak tidak berkolaborasi dengan kami. Terima kasih banyak atas semua inisiatif gerakan ini,” ujarnya.

 

Adin menambahkan, kondisi anggaran saat ini membuat dukungan Perpusnas perlu disesuaikan dengan kemampuan yang tersedia. Namun, ia akan menyampaikan kepada Kepala Perpusnas terkait kemungkinan bentuk dukungan terhadap kegiatan tersebut, termasuk melalui jejaring perusahaan yang memiliki perhatian pada bidang literasi.

 

Sementara itu, Taopik memastikan Temu Pegiat TBM Nasional 2026 tetap akan dilaksanakan. “Kami sepakat apa pun hasilnya, kegiatan ini akan tetap kami tempuh,” tegasnya.

 

Menutup audiensi, Adin berharap keterbatasan yang ada tidak menyurutkan gerakan literasi masyarakat. “Ini satu refleksi bagi kita bahwa budaya baca dan kecakapan literasi itu satu hal yang sangat esensial. Agar supaya pemangku kepentingan pengambil kebijakan di negeri ini juga bisa terinformasi dan memahami betul. Ini satu langkah kita bersama untuk membangun negeri ini,” tutupnya. (SA/Ed: BS/Dok: AIF)

Galeri