Peluncuran Buku Kyai Faqih Maskumambang di Perpusnas
Merdeka Selatan, Jakarta- Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) menjadi tempat diselenggarakannya peluncuran buku “Kyai Faqih Maskumambang Peradaban Santri dan Altar Kebangsaan”. Kyai Muhammad Faqih Maskumambang sendiri adalah salah satu tokoh nasional, salah satu ulama terkemuka dan berpengaruh di Gresik, Jawa Timur, dan pendiri Pondok Pesantren Maskumambang.
Sekretaris Utama, Joko Santoso, mengapresiasi kepada para penulis dan semua pihak yang terlibat dalam penerbitan hingga terselenggaranya acara peluncuran buku ini.
“Karya ini menyuguhkan perjalanan perjuangan yang melintasi ruang dan waktu, serta memberikan inspirasi para pemimpin masa kini dan masa depan dalam mengutamakan kepentingan bangsa melalui penguatan literasi,” ungkap Joko saat menyampaikan sambutannya (10/7/2025).
Joko menambahkan, acara ini bukan sekedar bentuk apresiasi terhadap karya literasi, tetapi juga penghormatan atas peran pesantren dalam membentuk karakter bangsa, dan berharap buku ini dapat menginspirasi serta menumbuhkan semangat literasi, memperkokoh nilai-nilai kebangsaan, serta menjadikan pesantren sebagai pilar penting dalam pembangunan moral dan sosial masyarakat.
Acara peluncuran buku ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai kalangan, yang memberikan warna dan makna tersendiri dalam diskusi. Hadir dalam kesempatan tersebut Adzfar Ammar dan Muhammad Sakhr Abdul Hamid, yang merupakan cucu dari Kyai Faqih Maskumambang; Muhammad Idror Maimoen, Pengasuh Pondok Pesantren Al Anwar 1 Sarang, Rembang; serta cendekiawan Muslim Fachry Ali. Turut hadir pula Amich Alhumami; Fahmi Wibawa, Direktur LP3ES; Zaenal Muttaqin, peneliti dan pembicara dari LP3ES; serta Arwani Thomafi, Sekretaris Jenderal DPP PPP. Kehadiran para tokoh ini menjadi penegas bahwa warisan pemikiran dan perjuangan Kyai Faqih Maskumambang masih relevan dan memberi inspirasi dalam kehidupan kebangsaan saat ini.
Reporter: Frista Maria
Editor : Eka Cahyani
Dokumentasi: Aditya Irfan & Andri Tri Kurnia






